Gempa Lombok

Gempa Lombok, Siapa pun Capres dan Cawapresnya, Masyarakat Lombok Butuh Bantuan

'Siapa pun capres dan cawapres nya, masyarakat Lombok perlu bantuan.' Kalimat itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Gempa Lombok, Siapa pun Capres dan Cawapresnya, Masyarakat Lombok Butuh Bantuan
Dokumentasi Bagus Oka, Warga Lombok Barat
Suasana di Lombok Barat setelah terjadi gempa pada Kamis (9/8/2018) siang. 

WARTA KOTA, PALMERAH---'Siapa pun capres dan cawapres nya, masyarakat Lombok perlu bantuan'.

Kalimat itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menanggapi aksi saling deklarasi yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Baca: Peduli Gempa Lombok, McDonald’s Indonesia Bagikan Ribuan Paket Makanan

Lewat postingan di Twitter-nya, ia menyebut ada sebanyak 270.168 warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tengah mengungsi.

Bersamaan dengan hal tersebut, gempa susulan masih terus terjadi sejak gempa berskala 7 Skala Richter (SR) terjadi pada Minggu (5/8/2018) hingga hari ini, Jumat (10/8/2018).

"Siapapun capres dan cawapresnya, masyarakat Lombok perlu bantuan. 270.168 orang mengungsi. Puluhan ribu rumah hancur. Apalagi gempa susulan masih menerus. Anak ini luka-luka saat terjadi gempa susulan 6 SR pada 9/8/2018 pukul 12.25 WIB di Lombok. Mari kita bantu terus," tulis Sutopo, Jumat (10/8/2018).

Baca: Ngamen buat Korban Gempa Lombok, Elek Yo Band Anak Buah Presiden Jokowi Raup 2 Miliar

Baca: Taufik Akan Antar Surat Pengunduran Diri Sandiaga Uno pukul 10.00 WIB

Baca: Fahri Hamzah Sebut Ustaz Abdul Somad Muncul Akibat Sisa Pertarungan Pilpres 2014 dan Pilkada DKI

Dalam postingannya, Sutopo mengunggah video putri Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi yang akrab disapa TGB atau Tuan Guru Bajang, yakni Khadija Hibbati Majdi yang menjadi korban.

Putri bungsu TGB dan Erica itu terkena pecahan puing saat berada di sekolah pada Kamis (9/8/2018) siang.

"Helikopter BNPB dan Basarnas dikerahkan untuk salurkan bantuan dari udara ke pengungsi di Kecamatan Kayangan dan Gangga di Kabupaten Lombok Utara. Bantuan dari darat dan udara terus disalurkan kepada korban dampak gempa 7 SR di Lombok. Pengungsi masih memerlukan bantuan," tulisnya.

Baca: Lombok Kembali Diguncang Gempa, Layanan Navigasi Penerbangan Beroperasi Normal

"Trauma healing untuk anak-anak terus dilakukan di pos pengungsian. Anak-anak diedukasi cara berlindung dari gempa dengan latihan evakuasi dan pendidikan yang menggembirakan. Mulai 19/8/2018 siswa dihimbau untuk masuk sekolah di Lombok kecuali Lombok Utara," tambahnya.

Seperti diketahui, Jokowi menetapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maaruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Kamis (9/8/2018) petang.

Berselang enam jam, Prabowo Subianto mengumumkan Sandiaga Salahudin Uno sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Baca: Gempa Bumi, Gempa Susulan di Lombok Utara Membuat Warga Panik

Walau diguncang gempa hingga lebih dari 355 kali, gempa NTB belum ditetapkan pemerintahan Joko Widodo sebagai Bencana Nasional.

Masyarakat pun mempertanyakan sikap Jokowi-sapaan Joko Widodo.

"Di kabupaten lombok utara.. Hancur total... Hampir seluruh penduduk yg berjumlah 300-an ribu kehilangan rumah dan tidak berani mendekat ke rumahnya karena trauma...ini #BencanaNasional yg harus ditangani dengan badan khusus seperti BRR di aceh pasca tsunami...#pray4lombok," tulis Fahri Hamzah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia lewat akun @Fahrihamzah.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved