Rocky Gerung Ceritakan Kisah Istana Perintahkan Panelis Diskusi Pulau Reklamasi di Unpad Putar Balik

Diskusi membahas Pulau Reklamasi Teluk Jakarta di UNPAD berubah akibat panelisnya tak hadir.

Rocky Gerung Ceritakan Kisah Istana Perintahkan Panelis Diskusi Pulau Reklamasi di Unpad Putar Balik
tangkapan layar youtube ROCKY GERUNG
Rocky Gerung 

SEBUAH acara diskusi membahas Pulau Reklamasi Teluk Jakarta di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung berubah akibat salah satu panelisnya mendadak tak hadir.

Rocky Gerung menceritakan kisah itu sebagai contoh bahwa apa yang terjadi di pemerintahan saat ini tak ubahnya pemerintahan era orde baru.

Rocky Gerung adalah pengamat politik, peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, dan pernah menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Rocky Gerung menceritakan kisah itu di sebuah diskusi yang digelar pada Mei 2018 lalu.

Diskusi itu kemudian diposting di akun youtube ROCKY GERUNG dengan judul ‘ROCKY GERUNG TANTANG REZIM 200 JAWAB PERTANYAAN INI !!’

Cerita soal Istana memerintahkan panelis diskusi pulau reklamasi di UNPAD ini diawali dari Rocky Gerung yang membahas terkait reformasi.

Rocky Gerung memulai dengan bicara bahwa inti dari reformasi hanya satu, yakni mengembalikan akal sehat.

“Kalau kita bikin semacam sinopsis dari reformasi, reformasi itu intinya cuma satu, mengembalikan akal sehat. Karena pada waktu rezim Soeharto, akal sehat itu dihilangkan, dimusuhi, tidak boleh berakal sehat. Karena hanya boleh ada 1 akal, yaitu akal yang militeristik,” kata Rocky Gerung dalam video tersebut.

Namun ketika itu, kata Rocky Gerung, diputuskan untuk menghentikan akal militeristik dimana mahasiswa dan aktivis mengumpulkan energi sejak 2 tahun sebelum 1998 dimana reformasi mencapai puncaknya.

“Pada waktu 98 itu saya penasehat Buyung Nasution sebagai ketua YLBHI. Jadi kita itu biasa rapat terus menerus. Ada pemanasan 2 tahun sebelumnya segala macem,” ujar Rocky Gerung

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved