Praktik Prostitusi, Polisi Ungkap Prostusi Online di Kalibata City Bertarif Rp 500.000

Polda Metro Jaya membongkar kasus prostitusi anak yang berlokasi di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018) malam.

Praktik Prostitusi, Polisi Ungkap Prostusi Online di Kalibata City Bertarif Rp 500.000
Tribun Jakarta
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU----Polda Metro Jaya membongkar kasus prostitusi anak yang berlokasi di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018) malam.

Tiga mucikari yaitu SBR alias Obay, TM alias Oncom, dan RMV ditangkap setelah sebelumnya polisi melakukan penyamaran.

Selain itu, polisi juga mengamankan G, K, dan N yang berstatus sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan masih dibawah umur.

Baca: Komentar Sosiolog soal Maraknya Narkoba dan Prostitusi di Apartemen

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan, tersangka menjalankan bisnis prostitusi melalui media sosial, yaitu menggunakan aplikasi Beetalk.

Melalui aplikasi itu mereka menawarkan para pekerja seks komersial.

"Para pelaku membuat akun di aplikasi Beetalk. Di sana mereka menulis open BO. Apabila ada yang berminat selanjutnya mereka melakukan chatting dan memberikan nomor Whatsapp," kata Komisaris Besar Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Baca: Ada Pijat Prostitusi di Kalibata City, Pengelola Dipanggil Polisi

Setelah sepakat, mucikari bertemu dengan pelanggan di sekitar tower Flamboyan.

Setelah pelunasan dilakukan, pelanggan akan dibawa menuju gadis yang akan melayani dalam waktu yang disepakati.
.
"Harga yang dipatok berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta," kata Komisaris Besar Nico Afinta.

Nico menduga ada oknum pengurus apartemen yang bermain dalam kasus ini. Sebab sudah sering terjadi kasus serupa di Apartemen Kalibata City.

Baca: Jika Terbukti Ada Praktik Prostitusi dan Peredaran Narkoba, Izin Sense Karaoke Bakal Dicabut

"Tidak menutup kemungkinan oknum dari struktur sosial ini. Tapi masih dalam pemeriksaan," kata Komisaris Besar Nico Afinta.

Komisaris Besar Nico Afinta juga menyayangkan kasus porsitusi kembali terjadi di Apartemen Kalibata City.

Ia berharap agar masyarakat sekitar lebih peka dalam mengawasi lingkungan sosialnya.

"Ini menunjukan sistem sosial di sana tidak berjalan. Ada sesuatu yang salah di sana. Di sistem sosial dibuat aturan-aturan sosial di mana orang yang tinggal di apartemen harus memberikan identitas, kemudian melakukan screening sehingga data tercatat, sehingga jika ada dugaan tindak pidana bisa segera dilaporkan sehingga permasalahan tidak kembali terulang," kata Komisaris Besar Nico Afinta.

Dari para tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti berupa uang tunai Rp 1 juta, tiga unit ponsel, dan beberapa kondom bekas pakai.

Para tersangka saat ini sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Akibat perbuatannya mereka disangkakan Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved