Menteri Pariwisata Sebut 6000 Turis Asing Dievakuasi dari Lombok

Namun setelah didata secara menyeluruh, jumlah itu kembali bertambah hingga mencapai 6.000 wisatawan asing.

Menteri Pariwisata Sebut 6000 Turis Asing Dievakuasi dari Lombok
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
WISATAWAN mancanegara membawa barang bawaanya menuju bus setelah tiba di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/8/2018). Wisatawan, pekerja, dan warga dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal untuk diberangkatkan ke Kota Mataram pascagempa Lombok hari kedua. 

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan, sebanyak 6.000 wisatawan asing dievakuasi dari lokasi gempa di Lombok, Nusa Tengga Barat (NTB), yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) kemarin.

Dijelaskan Arif, awalnya dari data yang masuk di Kemenpar, jumlah para wisatawan asing yang berada di Lombok sebanyak 1.000 orang.

Namun setelah didata secara menyeluruh, jumlah itu kembali bertambah hingga mencapai 6.000 wisatawan asing.

“Awalnya data yang masuk itu hanya di Pulau Gili Terawangan. Ternyata ada tiga pulau yang sedang dikunjungi para wisatawan asing. Totalnya mencapai 6.000 dan semuanya sudah dievakuasi di tempat aman,” kata Yahya di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (8/8/2018).

Arif menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan dua tahap, pada hari pertama pasca-gempa, 3.000 wisatawan asing langsung dibawa.

"Kemudian, dilanjutkan pada Selasa sebanyak 3.000 wisatawan asing. Yang berhasil dievakuasi ini dialihkan banyak ke Bali, kemudian ke Jakarta dan ke Surabaya,” ujarnya.

Sebelumnya, bencana gempa dengan bermagnitudo 7,7 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018). Dari bencana tersebut diketahui sebanyak 108 korban meninggal dunia dan 134 orang mengalami luka-luka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasca-gempa Lombok, Menpar Sebut 6.000 Wisatawan Asing Dievakuasi",
Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra
Editor : Farid Assifa

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved