Sejumlah Panitia Masjid Ikuti Pelatihan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Mereka diajak KPKP Kota Jakarta Barat guna ikut pelatihan dalam menyembelih hewan kurban.

Sejumlah Panitia Masjid Ikuti Pelatihan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah panitia dari masjid se-Jakarta Barat, terpantau memenuhi Ruang Serba Guna Ali Sadikin, Blok A Gedung Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Barat. 

ADA sejumlah panitia dari masjid se-Jakarta Barat, terpantau memenuhi Ruang Serba Guna Ali Sadikin, Blok A Gedung Pemerintah Administrasi Kota Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (7/8/2018).

Kedatangan mereka ini karena diundang pihak Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Barat guna ikut pelatihan dalam menyembelih hewan kurban.

"Tujuan pelatihan, untuk dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan juga ketrampilan. Khususnya didalam penanganan pemotongan hewan qurban ke panitia hewan qurban. Selain itu melindungi masyarakat melalui penyediaan daging qurban yang sehat dan terbilang aman untuk dikonsumsi," katanya Marsawitri Dumay selaku Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat.

Menurutnya, pelatihan ini sendiri dilaksanakan setiap satu tahun sekali.

Ia menuturkan, jika pihaknya akan melakukan pengecekan tempat penampungan hewan kurban saat H-10 jelang Hari Raya Idul Adha.

"Pengecekan didampingi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (ITB) serta Persatuan Dokter Hewan di Jakarta. Hewan qurban yang sudah penuhi uji kesehatan, nantinya akan ditempel stiker. Nantinya, orang Kecamatan yang akan lakukan pendataan. Kami, hanya pada bagian pemeriksaan kurban," jelasnya.

Menurut data yang dihimpun mengenai jumlah penampungan hewan qurban pada tahun 2018 ini belum terdata. Di tahun 2017, ada sebanyak 18.069 tempat penampungan.

"Dari jumlah tersebut, di Kecamatan Kalideres memiliki tempat penampungan hewan qurban yakni 3389. Jumlah di tahun 2017 meningkat. Tahun 2016 total 13.199," ungkapnya.

Marsawitri mengatakan tempat penampungan hewan qurban tak dapat menggunakan trotoar maupun Fasos-Fasum. Jika melanggar, terang Marsawitri akan langsung ditindak oleh Satpol PP setempat.

Sementara, salah seorang panitia kurban, Alifh.(33), mengatakan patut ditingkatkan dan lebih sering dilakukan pelatihan setiap tahun, untuk para panitia qurban.

"Mengenai pelatihan sendiri, ya kami jauh bisa lebih tahu mana hewan qurban yang baik guna bisa dikonsumsi masyarakat, tahu lebih jauh di tata cara penyembelihan. Secara umum sama, akan tetapi pelatihan ini buat saya bisa ingatin lagi tata cara pemotongan yang baik. Berharap pelatihan ini sendiri kedepannya bisa kembali digelar," jelasnya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved