Media Sosial
Awan di Langit Lombok Membentuk Kata Allah, Ada yang Menyebut Pertanda Baik Hingga Teguran
Dalam video berdurasi sekitar 20 detik itu, warga terlihat sibuk mengangkat ponsel dan merekam.
"LANGIT Lombok tadi siang. Subhanallah, Maha suci engkau ya Allah," tulis akun @lomboknesia._, saat memosting sebuah video yang merekam birunya langit Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (6/8/2018).
Dalam video, cerahnya langit terlihat dihiasi oleh kumpulan awan berwarna putih. Tidak dalam bentuk biasa, awan justru membentuk tulisan Allah dalam bahasa Arab.
Tidak hanya berupa bayangan, tulisan Allah terlihat jelas pada masing-masing hurufnya, bahkan harakat tasydid juga terlihat melengkapi tulisan itu.
Fenomena tersebut pun ramai diabadikan sejumlah warga. Dalam video berdurasi sekitar 20 detik itu, warga terlihat sibuk mengangkat ponsel dan merekam.
Postingan tersebut pun ditanggapi beragam netizen. Sebagian berharap fenomena tersebut menjadi pertanda baik, sebagian lainnya mengaitkan dengan teguran Allah terkait dukungan politik Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) kepada Joko Widodo.
Maulana lewat akun @maulanalutfie dan akun bernama @ziesentimental, berharap agar Lombok selalu dilindungi Tuhan.
Baca: Jadi Caleg dari PAN, Rahma dan Ayu Azhari Tes Kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang
"Semoga jadi Petanda Baik.. Amin..," tulis Maulana.
"Lombok ku dalam lindungan allah swt .. Ingatlah slalu padanya..," tambah @ziesentimental.
"Kembalilah tuan, ini teguran," tulis Bibi Muhammad lewat akun @eichbibi.
Baca: Anies Baswedan Siapkan Tempat Antar Jemput Penumpang Ojek di 425 Lokasi, Dimulai Senin Pekan Depan
Sebagian besar netizen menyinggung penampakan tulisan Allah merupakan bukti kebesaran Tuhan, termasuk bencana gempa yang terjadi sejak Minggu (5/8/2018) hingga Selasa (7/8/2018).
"Subhanallah .mungkin ini tegoran buat lombok sama bali," tulis Shaky Vergiawan lewat akun @shaky_cell.
Terlepas dari fenomena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 234 gempa yang terjadi sejak main shock atau gempa utama yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) malam.
Baca: Ini Deretan Proyek Strategis Ahok yang Diresmikan Orang Lain
Hal tersebut dipaparkan BKMG lewat akun twitternya @infoBMKG pada Selasa (7/8/2018). Dalam tabel Diagram Frekuensi Gempa Bumi Susulan, terhitung sejak Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB hingga Selasa (7/8/2018) pukul 08.00 WIB, terekam ada sebanyak 234 kali gempa susulan; sebanyak 17 kali gempa susulan tersebut dirasakan warga.
"Hingga tanggal 7 Agustus 2018 pukul 08.00 WIB telah terjadi 234 #gempa susulan dari gempa M=7.0 (5 Agustus 2018), dimana 17 gempa susulan tersebut dirasakan.
#Lombok #GempaLombok #prayforlombok #prayforlombokbali #Gempabumi #BMKG," tulis admin @infoBMKG pada Selasa (7/8/2018) pukul 09.00 WIB.
Dalam diagram tersebut, terlihat frekuensi gempa yang terjadi selama tiga hari terakhir, yakni gempa susulan yang terjadi pada Minggu (5/8/2018), tercatat ada sebanyak 72 kali gempa mulai dari pukul 20.00 hingga 24.00 WIB. Sedangkan gempa susulan yang terjadi sepanjang Senin (6/8/2018) tercatat ada sebanyak 133 kali gempa.
Sedangkan dalam kurun waktu delapan jam, terhitung mulai dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, gempa susulan tercatat ada sebanyak 29 kali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/masjid-jamiul-jamaah-di-lombok-utara-hancur-diguncang-gempa_20180807_113223.jpg)