60 Tahun Terpisah akibat Perang, 180 Lansia Korea Akan Reuni Keluarga untuk Terakhir Kalinya

Ratusan ribu warga Korea terpisah setelah perang yang mengakibatkan didirikannya garis perbatasan dan melarang siapa pun melintas tanpa izin.

60 Tahun Terpisah akibat Perang, 180 Lansia Korea Akan Reuni Keluarga untuk Terakhir Kalinya
KPPA/AFP
WARGA Korea Selatan memberikan salam perpisahan dari dalam bus kepada keluarga mereka yang merupakan warga Korea Utara usai reuni yang dilakukan di kawasan pegunungan Kumgang, 26 Oktober 2015. 

SEKITAR 180 warga Korea telah dipilih untuk menjadi peserta dalam agenda reuni keluarga yang terpisah yang akan diadakan oleh Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) pada bulan ini.

Jumlah tersebut dibagi menjadi dua, masing-masing 93 warga dari pihak Korsel dan 88 warga dari pihak Korut. Reuni keluarga yang terpisah diagendakan digelar di Gunung Kumgang, kawasan pariwisata di Korea Utara yang dekat dengan perbatasan, pada 24-26 Agustus mendatang.

Baca: Giliran Australia Desak Korut Kembalikan Kerangka Tentara Perang Korea

Melansir dari SCMP, sebanyak 93 warga Korea dari wilayah selatan akan diberangkatkan ke Gunung Kumgang pada 20-22 Agustus. Selanjutnya mereka akan dipertemukan dengan keluarga mereka yang telah terpisah di wilayah utara pada 24-26 Agustus.

Reuni kali ini akan menjadi yang pertama kalinya digelar sejak terakhir pada 2015. Sejak tahun 2000, telah dilangsungkan sebanyak 20 kali reuni keluarga yang terpisah di Korea, namun setelah Oktober 2015 agenda rutin tersebut tak diadakan karena hubungan kedua negara Korea yang memburuk.

Terjadinya reuni keluarga kali ini tidak lepas dari hasil pertemuan antara Presiden Korsel Moon Jae-in dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un pada April lalu.

Disampaikan Kementerian Unifikasi Korea Selatan, ada lebih dari 132.000 warganya yang telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam reuni keluarga ini.

Mereka semua ingin bertemu setidaknya untuk terakhir kalinya dengan keluarga mereka yang terpisah sejak Perang Korea pada 1950-1953, atau lebih dari 60 tahun lalu.

Hampir seluruhnya dari mereka adalah para warga lanjut usia, bahkan dari pihak Korea Selatan mencatat ada dua peserta yang telah berusia di atas 100 tahun, sementara sisanya di atas 80 hingga 90 tahun.

Sedangkan dari pihak Korea Utara hingga beberapa pekan menjelang reuni, tidak banyak informasi mengenai warganya yang diikutsertakan.

Namun sebuah laporan menyebut sebagian besar dari mereka telah berusia di atas 80 tahun.

Para warga yang telah lanjut usia tersebut menjadi pertimbangan tersendiri bagi kementerian unifikasi dalam memilih mereka yang akan diajak dalam reuni.

Dari 132.000 warga yang mendaftar, pertama dipilih 500 orang melalui lotere. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih kembali berdasarkan faktor usia, kesehatan, dan kesempatan untuk bertemu di reuni selanjutnya.

Ratusan ribu warga Korea tersebut terpisah setelah terjadinya perang yang mengakibatkan didirikannya garis perbatasan dan melarang siapa pun melintas tanpa izin. (Agni Vidya Perdana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "180 Warga Korea Terpilih akan Ikuti Reuni Keluarga yang Terpisah Bulan Ini"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved