Sebelum Berlaga di Asian Games 2018, Atlet Divaksin Influenza

Pusat Pengembangan IPTEK dan Kesehatan Olahraga Nasional melakukan kegiatan vaksinasi influenza bagi para atlet.

Sebelum Berlaga di Asian Games 2018, Atlet Divaksin Influenza
Tribunnews.com
Ilustrasi vaksinasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pusat Pengembangan IPTEK dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) sebagai UPT Kemenpora, kembali melakukan kegiatan vaksinasi influenza bagi para atlet.

Vaksinasi untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga pada Asian Games dan Asian Paragames 2018.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Satgas Imunisasi Dewasa PBPAPDI dan Sanofi Pasteur Indonesia dan berlangsung di Gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Baca: Prilly Lakukan Vaksin Cegah Kanker Serviks, Gara-gara Disarankan Jupe

Deputi IV/Bidang Peningkatan Prestasi, Kemenpora RI, Prof Dr Mulyana MPd mengatakan, secara bertahap ke-940 atlet kontingen Indonesia akan mendapatkan vaksin influenza.

"Ini baru pertama kali kami lakukan. Ini ada 120 atlet yang mengikuti. Tentu secara bertahap kami akan berikan vaksin kepada seluruh atlet," kata Mulyana.

Mulyana mengatakan, seorang atlet membutuhkan kondisi fisik yang sehat dan kuat.

Baca: Gawat, Influenza 3 Pekan Bikin 100 Orang Lebih Tewas di Rusia

Bila dilihat secara fisiologi, atlet adalah seseorang yang melakukan suatu aktivitas fisik yang berat, sehingga harus ditunjang dari segi gizi maupun daya tahan tubuh.

Saat diserang beberapa penyakit, terkadang tubuh tidak dapat menangkal penyakit tersebut secara optimal, sehingga dibutuhkan zat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat tersebut dapat berupa vaksin.

Penyakit influenza sering disamakan dengan selesma, karena sering terjadi sehari-hari dan umumnya dapat pulih dengan sendirinya.

Baca: Jika Dokter Terkena Influenza

Akan tetapi bagi atlet, influenza akan sangat merugikan karena dapat menyebabkan badan menjadi lemas dan tidak dapat berlatih dengan normal.

Selain itu, risiko besar terjadi penularan kepada atlet lain, sehingga dapat merugikan tim secara keseluruhan.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved