Pengembang Bungkam Terkait Pencairan Uang Ganti Rugi Lahan Warga Rp 129 Miliar yang Diambil

Lahan mereka seluas 4 hektar yang oleh tim appraisal pengadaan lahan Tol Desari dinilai sekitar Rp 129 miliar, justru diserobot.

Pengembang Bungkam Terkait Pencairan Uang Ganti Rugi Lahan Warga Rp 129 Miliar yang Diambil
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Husen Sanjaya, ahli waris lahan milik ayahnya Naman, yang tiba-tiba diserobot oleh PT Megapolitan Developments, pengembang raksasa di Jabodetabek. 

PIHAK pengembang raksasa PT Megapolitan Developments masih bungkam dan belum memberi penjelasan terkait pencairan dana Rp 129 miliar sebagai ganti rugi pembebasan lahan Tol Depok-Antasari, yang masih saling klaim antara warga dan pengembang.

Direktur Bisnis Unit PT Megapolitan Developments belum merespon permohonan klarifikasi yang dilayangkan Warta Kota, baik melalui panggilan atau esan aplikasi smartphone.

Sementara, Public Relation PT Megapolitan Marcell, mengaku masih menyiapkan klarifikasi pihaknya terkait hal ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat terkena lahan Tol Depok-Antasari, tiga warga pemilik dan ahli waris lahan di RW 5 dan RW 6 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok, kini meradang.

Penyebabnya, lahan mereka seluas 4 hektar yang oleh tim appraisal pengadaan lahan Tol Desari dinilai sekitar Rp 129 miliar, justru diserobot pengembang raksasa.

Bahkan uang senilai Rp 129 Miliar yang dititipkan pemerintah untuk pembayaran lahan itu ke Pengadilan Negeri (PN) Depok, sudah dicairkan pengembang PT Megapolitan Developments dengan 7 lembar cek pada 18 Desember 2017 lalu.

Padahal sengketa kepemilikan hak atas lahan itu antara warga dengan pengembang, masih disidangkan di PN Depok.

Kejanggalan ini membuat warga pemilik dan ahli waris lahan meradang. Mereka kini masih berupaya mempertanyakan hak atas lahan mereka dan menunggu sidang sengketa lahan berlanjut.

Husen Sanjaya (38) ahli waris lahan atas nama ayahnya Naman, mengatakan ada sekitar 5000 meter persegi lahan miliknya di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok, yang terkena pembangunan Tol Desari, diklaim milik pengembang PT Megapaolitan Developments.

Menurutnya dalam dua kali rekapitulasi nilai ganti kerugian tanah, bangunan dan tanaman, oleh Pemkot Depok dan BPN Depok atas lahan 5000 meter persegi tersebut pada awal dan pertengahan 2017 lalu, nama pemilik lahan adalah atas nama ayahnya Naman.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved