Gempa Bumi

Masa Tanggap Darurat Gempa NTB Sampai 11 Agustus

Kata Sutopo, sebagian warga juga tidak mau mengungsi ke tenda pengungsian, lantaran takut kehilangan harta berharga miliknya.

Masa Tanggap Darurat Gempa NTB Sampai 11 Agustus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Kepala Bagian Humas serta Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Graha BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur pada Selasa siang (5/12). 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan masa darurat pasca-gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga 11 Agustus 2018.

"Masa tanggap darurat ini adalah perpanjangan dari penanganan dampak gempa 6,4 skala Richter yang terjadi pada tanggal 29 Agustus lalu," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Jika melihat kerusakan yang ada saat ini, Sutopo mengatakan tidak menutup kemungkinan masa tanggap darurat akan diperpanjang.

Baca: Tak Ingin Ganggu Proses Evakuasi Korban Gempa, Jokowi Cari Waktu Pas ke NTB

"Baik di provinsi, status tanggap darurat telah ditetapkan oleh Gubernur NTB dengan tanggap darurat hingga tanggal 11 Agustus 2018," jelas Sutopo.

Sutopo menambahkan, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini adalah tenaga medis, obat-obatan, serta makanan, khususnya makanan cepat saji dan makanan balita.

"Kita membutuhkan banyak sekali, karena ribuan masyarakat masih berada di pengungsian dan tersebar di beberapa tempat, baik tenda pengungsian yang bersama-sama di lapangan, dan tenda untuk keluarga," tuturnya.

Baca: Korban Meninggal Gempa NTB Tembus 91 Orang, 209 Luka-luka

Kata Sutopo, sebagian warga juga tidak mau mengungsi ke tenda pengungsian, lantaran takut kehilangan harta berharga miliknya.

"Mereka tetap mengungsi di halaman rumahnya, meskipun kondisi rumahnya hancur karena merasa nyaman. Masyarakat juga mengawasi harta milik mereka yang berada di rumah tersebut," papar Sutopo. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved