Gempa Bumi

Korban Meninggal Gempa NTB Tembus 91 Orang, 209 Luka-luka

Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman, serta aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi di Lombok.

Korban Meninggal Gempa NTB Tembus 91 Orang, 209 Luka-luka
dispen kormar
20180806 Korps Marinir Kirim Pasukan Bantu Korban Gempa Lombok 

GEMPA bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB, memberikan dampak yang luas.

Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (6/8/2018) pukul 10.45 WIB, tercatat jumlah korban gempa bumi di Lombok yang meninggal dunia mencapai 91 orang, 209 orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga mengungsi.

"Saat ini korban meninggal dunia di Lombok hingga siang ini bertambang menjadi 91, dan kemungkinan terus bertambah," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Baca: Gempa NTB, TNI Berangkatkan Tambahan Pasukan dan Bantuan

Ribuan warga Lombok mengungsi ke tempat yang aman, serta aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi.

Daerah yang terdampak parah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram.

Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 91 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 72 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Timur 2 orang, dan Bali 2 orang.

"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh, dan ada pula yang meninggal saat evakuasi," jelas Sutopo.

Baca: Belasan Bangunan Liar di Karang Anyar Dibongkar Bulan Depan, Takkan Ada Ganti Rugi

Penanganan darurat gempa bumi di Lombok terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan, dan lainnya, terus melakukan penangan darurat.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing, dan kebutuhan dasar lainnya. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved