Kepala Dinas Harap Masjid-masjid Bagikan Daging Kurban Pakai Daun Pisang

Panitia kurban diharapkan agar menggunakan wadah yang ramah lingkungan, baik itu daun pisang, daun talas, besek bambu

Kepala Dinas Harap Masjid-masjid Bagikan Daging Kurban Pakai Daun Pisang
Tribun Bogor
Lapak pedagang hewan qurban 

Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Isnawa Adji imbau ke panitia qurban di Hari Raya Idul Adha baik di masjid atau lainnya, di DKI Jakarta untuk tidak menggunakan kantung plastik kresek hitam.

"Panitia kurban diharapkan agar menggunakan wadah yang ramah lingkungan, baik itu daun pisang, daun talas, besek bambu dan sejumlah bahan ramah lingkungan lainnya yang mudah dijumpai di Jakarta. Sebab, kantung kresek itu diketahui hasil dari proses daur ulang sampah plastik serta mengandung zat karsinogen yang berbahaya bagi kesehatan," kata Isnawa, pada Minggu (5/8/2018), pada siaran persnya.

Selain itu, ujar Isnawa, plastik kresek itu butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai secara alamiah. Imbauan ini, lanjut Isnawa, seringkali digaungkan tahun-tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2009, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis peringatan ke publik tentang bahaya kantong plastik kresek hitam. Jadi kantong plastik kresek, terutama warna hitam kebanyaka produk daur ulang.

Di dalam proses daur ulang itu, pada riwayat penggunaan sebelumnya tak diketahui apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, atau bahkan limbah logam berat," paparnya.

Selain itu, tambah Isnawa, dalam proses itu ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahaya bagi kesehatan.

Ia mengatakan, bila panitia terpaksa gunakan wadah plastik karena bahan pembungkus alamiah sulit ditemukan di Jakarta, warga dapat menggunakan kantung plastik biodegradable ramah lingkungan.

"Kantung tersebut bisa terurai secara alamiah dalam waktu enam bulan di alam. Bahkan ada yang terbuat dari pati singkong dan jagung," terangnya kembali.

Ia berharap Idul Adha kali ini dapat jadi bagian dari kampanye ramah lingkungan.

"Pemprov DKI Jakarta sedang menggalakkan program pembatasan penggunaan kantung plasti bersama komunitas-komunitas peduli lingkungan. Saat ini juga sedang menyusun Rancangan Peraturan Gubernurnya, tentang Penggunaan Wajib Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Modern dan Pasar," jelasnya. (BAS)

Penulis:
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved