Tutut Soeharto Diprotes Keras Karena Hewan Liar Dijadikan Peliharaan, Pedas Komentarnya

TUTUT Soeharto diprotes lantaran memasang foto-foto bersama hewan liar peliharaannya.

Tutut Soeharto Diprotes Keras Karena Hewan Liar Dijadikan Peliharaan, Pedas Komentarnya
instagram @tututsoeharto
Tutut Soeharto dan hewan-hewan liar peliharaannya. 

Akun instagram @kirarance lalu membalas '@oman1ars Iyaa pak Oman terima kasih atas informasinya. Namun saya memang tidak membahas konteks pelarangan yang ada di UU, akan tetapi saya membahas dari sisi keseimbangan ekosistem itu sendiri. Sudah selayaknya mereka tinggal di habitatnya masing-masing, bukan di rumah. Bahkan alangkah lebih baiknya jika memang bu Tutut menyayangi hewan dan ingin setiap hari berjumpa dengan hewan, bu Tutut bisa membuat konservasi hewan sendiri hehe.'

Bahkan @mermeight menulis agak pedas terhadap postingan Tutut Soeharto '@oman1ars Hi bapak terima kasih informasinya. Sejujurnya yang saya pengen lihat ini penggunaan akal orang-orang seperti beliau sih, apakah memang akalnya disetting oleh hukum atau nalarnya bisa jalan. Karena beruang disebut sebagai satwa liar, bukan tanpa alasan. Dan kenyataan bahwa bahkan sekarang sudah ada UU yang dapat memuat sanksi pada pelaku pemelihara, kok secara etika juga agak membingungkan aja melihat bahwa beliau ini seperti cluelessly be proud of what she did dan somehow encourage people to do the same, menjadi penyayang binatang.'

@pembelasatwaliar bahkan memperingatkan Tutut Soeharto seperti ini. 'Ibu nanti lagi jangan pelihara satwa dilindungi yaaa. Penyayang binatang bukan berarti harus memelihara binatang, apalagi satwa liar yang lebih berguna di habitatnya. Beri contoh yang baik pada masyarakat bawah. Ibu kan public figure. Satwa dilindungi itu mati-matian dijaga oleh banyak pihak, jangan kecewakan kami yang sudah berjuang buat mereka. Padahal satwa ini dilindungi ada maksud untuk menjaga lingkungan yang ujungnya untuk manusia juga.'

Lalu @ulieharyanto68 menulis '@oman1ars tks infonya. Tapi mendapatkan anak beruang madu usia balita berarti dipisahkan dari induknya, either diburu atau dipisah paksa... mencintai dan menyayangi binatang itu tidak dengan memaksa hidup diluar habitatnya..just simple as is that.'

Tutut Soeharto bersama hewan liar peliharaannya.
Tutut Soeharto bersama hewan liar peliharaannya. (instagram @tututsoeharto)

Dalam postingan foto beruang madu itu Tutut Soeharto sama sekali tak mengomentari warganet yang saling berdebat di kolom komentar.

Tapi Tutut Soeharto membalas berbagai komentar miring itu di postingan berikutnya.

Tutut Soeharto memposting foto dirinya sedang bermain dengan anak harimau, lalu menulis : 

'Saya setuju binatang itu dikembalikan ke habitatnya ke hutan, selama binatang itu ada keluarganya dan dapat hidup bebas. Mereka layak hidup di hutan.

Akan tetapi, bagi saya, apabila binatang itu dikembalikan ke hutan, dia malah mati karena tidak ada yang mau menerima, karena binatang juga sangat sensitif dengan keluarganya, maka saya berpendapat, bahwa binatang itu pun layak hidup di lingkungan manusia yang menyayangi mereka sepenuh kasih. Selama itu tidak untuk diperjualbelikan.

Selebihnya baca pendapat sy baca di sini... http://tututsoeharto.id/soal-satwa-liar/'

Setelah postingan itu, Tutut Soeharto pun tak memposting foto-foto bersama sederetan hewan liar peliharaannya seperti janjinya di postingan pertama soal hewan liar. 

Berikutnya Tutut Soeharto memilih kembali memposting foto Soeharto dan Ibu Tien. 

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved