Tak Terima Disebut Impotensi oleh Istrinya, Lelaki Ini Bikin Video Porno

Alasan impotensi digunakan seorang wanita untuk meminta cerai kepada suaminya. Sang suami lalu membuat video porno dengan wanita lain.

Tak Terima Disebut Impotensi oleh Istrinya, Lelaki Ini Bikin Video Porno
Shutterstock
ILUSTRASI 

SEORANG pria di Hyderabad, India, ditangkap polisi setelah mengirimkan video porno dengan wanita lain ke istrinya.

Usut punya usut seperti dilaporkan India Times, pria bernama Vibavasu itu tidak terima dengan alasan perceraian yang dikemukakan istrinya.

Inspektur Polisi D Chihtra dari MKB Nagar berkata, Vibavasu dan Anusha menikah pada 2016 setelah dijodohkan oleh orangtua Anusha. Namun, pasangan itu hanya tinggal serumah selama 15 hari sebelum Anusha memutuskan kembali ke rumah keluarganya.

Berbagai percobaan rekonsilisasi dilakukan keluarga kedua belah pihak hingga puncaknya Anusha mengajukan permohonan cerai ke pengadilan.

Dalam alasan perceraian, Anusha menjelaskan bahwa Vibavasu ternyata mengalami impotensi. Vibavasu yang mendengarnya marah, dan melakukan pembalasan.

Dia kemudian membuat video porno berdurasi lima menit dengan wanita lain, dan mengirimkannya ke Anusha serta mertuanya.

"Tampaknya pelaku berusaha membuktikan bahwa dia tak seperti yang dikatakan istrinya. Adapun rekaman itu dilakukan orang ketiga," ucap Chihtra.

Anusha dan ayahnya yang menerima video dari Vibavasu terkejut. Bersama bibinya, ayah Anusha melapor ke polisi.

Kepada polisi, Vibavasu mengaku sengaja merekam video tersebut. Dia juga menuturkan sering berdebat dengan istrinya ketika mereka tinggal bersama.

"Sebelum menikah, mereka sepertinya sering bertengkar. Namun, ayah si istri pelaku tidak menyadarinya, dan tetap menjodohkan mereka," papar Chihtra. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disebut Impotensi oleh Istrinya, Seorang Pria Bikin Video Porno"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved