Begini Isi Surat DPP PA 212 pada Partai Koalisi Keumatan

DPP PA 212 mendorong partai koalisi keumatan agar menghormati dan menghargai rekomendasi hasil ijtima' ulama.

Begini Isi Surat DPP PA 212 pada Partai Koalisi Keumatan
Instagram
Hasil ijtima' ulama merekomendasikan pasangan capres-cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019 yakni Prabowo Subianto - Salim Segaf Al-Jufri dan Prabowo Subianto - Ustadz Abdul Somad. 

KALANGAN Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persaudaraan Alumni 212 diketahui mengirimkan surat ke sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi keumatan antara lain Partai Gerindra, PAN, PKS, PBB dan Partai Berkarya.

Melalui surat tersebut DPP PA 212 mendorong partai koalisi keumatan agar menghormati dan menghargai rekomendasi hasil ijtima' ulama yang digelar pada pekan lalu (27-29/7/2018).

Hasil ijtima' ulama merekomendasikan pasangan capres-cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019 yakni Prabowo Subianto - Salim Segaf Al-Jufri dan Prabowo Subianto - Ustadz Abdul Somad.

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso menyatakan bahwa partainya menghormati rekomendasi hasil ijtima' ulama dan beberapa tokoh nasional.

"Pak Tommy Soeharto Ketua Umum Partai Berkarya telah memberikan sinyal dengan kedatangan beliau yang saya dampingi di Ijtima ulama dan para tokoh nasional beberapa hari lalu. Beliau menyampaikan pandangan bahwa kami Partai Berkarya menghormati hasil Ijtima Ulama dan beberapa tokoh nasional," ucap Priyo Budi Santoso di kantor DPP Partai Berkarya, Jumat (3/8/2018).

Walaupun Tommy Soeharto telah memberikan sinyal merapat ke kubu Prabowo Subianto, hal itu belum menjadi keputusan final.

Sebab, sampai sekarang Partai Berkarya masih melihat perkembangan dinamika politik yang terjadi.

Berikut isi lengkap surat yang dikirim DPP PA 212 kepada partai koalisi keumatan yang diterima Warta Kota:

DPP PA 212 mendorong partai koalisi keumatan Gerindra, PAN, PKS, PBB dan Berkarya agar menghormati dan menghargai hasil ijtima' ulama.

Kepatuhan kepada ulama itu sama halnya dengan kepatuhan kepada Rasulullah SAW. Tidaklah mungkin ulama sebagai pewaris nabi akan menyalahgunakan wewenang berbicara menurut hawa nafsunya, karena tidak mungkin seorang ulama bersatu padu dalam kesepakatan hanya menyesatkan umatnya. Sudah pasti karena panggilan Allah SWT sehingga para ulama harus turun gunung turut terlibat membicarakan nasib umat agar mampu mencari siapa pemimpin terbaik.

Jika bukan petunjuk ulama dengan pendekatan dalil dari Allah SWT dan Rasul-Nya tidaklah mungkin mereka menghadirkan sosok calon pemimpin yang terbaik yang bisa dipilih oleh umat-Nya. Artinya seruan ulama Insya Allah lebih baik dari hanya sekadar klaim yang banyak dilakukan oleh yang menganggap dirinya baik. Karena deteksi ulama terhadap calon pemimpin melalui pendekatan ilmu bukan pendekatan kepentingan, itulah pentingnya partai koalisi wajib menghargai ajakan para ulama jika ingin melahirkan pemimpin yang baik hanya bisa lahir dari sebuah kesepakatan dari orang-orang yang berilmu yang menyimpulkan seseorang wlbahwa itu baik dan keputusan syuro itu adalah keputusan yang tertinggi dalam pengambilan keputusan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Jika harus Habib Salim Segaf Al-Jufri atau Ustadz Abdul Somad yang ditunjuk sebagai calon wakil presiden dari bapak Prabowo Subianto, maka wajib kepada partai koalisi keumatan menjunjung tinggi keputusan ulama tersebut.

Kalau itu kesepakatan atau keputusan ulama atas kesepakatan menganggap dua sosok tersebut adalah pilihan yang terbaik, Insya Allah juga sama dengan keinginan Allah SWT. Akhirnya kami harapkan partai koalisi keumatan dapat mengambil keputusan yang menyenangkan ulama, habib dan umat Islam teristimewa imam kita Alhabib Muhammad Rizieq bin Husen Syihab, Wallahu'alam bishawab.

Wassalamualaikum Wr. WB.
Jakarta, 20 Dzulqaidah 1439 H / 2 Agustus 2018
Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 Periode 2018-2020
Ketua Umum, Ustadz Slamet Ma'arif
Sekretaris Umum, Ustadz Bernard Abdul Jabbar

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved