5 Perusahaan Swasta di Kota Bekasi Mengurangi Karyawan, Ada 1 Perusahaan Mengurangi 220 Orang

Pengurangan jumlah karyawan cukup bervariasi namun ada satu perusahaan yang melakukan pengurangan sampai 220 orang.

5 Perusahaan Swasta di Kota Bekasi Mengurangi Karyawan, Ada 1 Perusahaan Mengurangi 220 Orang
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, BEKASI---Hingga delapan bulan, lima perusahaan swasta di Kota Bekasi terus melakukan pengurangan karyawan.

Pemicunya karena perusahaan tidak mampu mengimbangi keuangan internal dengan perekonomian saat ini.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Heri Ismiraldi, mengatakan, pengurangan tenaga kerja kadang terjadi di sejumlah perusahaan.

Baca: Delapan Bulan, Lima Perusahaan di Kota Bekasi Mengurangi Jumlah Karyawan

Sayangnya, tindakan itu tidak pernah dilaporkan kepada pemerintah daerah.

"Mereka hanya menyelesaikan melalui serikat pekerja," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Heri Ismiraldi, Jumat (3/8/2018).

Heri mengatakan, pengurangan jumlah karyawan cukup bervariasi namun ada satu perusahaan yang melakukan pengurangan sampai 220 orang.

Pemicunya karena adanya kerugian yang dialami perusahaan.

Baca: Ratusan Pekerja Outsourcing JICT Desak Pemerintah Tinjau Ulang PHK Mereka

"Misalkan, banyak pegawai yang melakukan indisipliner kerja terutama soal produksi," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Heri Ismiraldi.

Sejauh ini, kata Heri, untuk perusahaan bidang makanan dan minuman yang paling banyak melakukan pengurangan.

Namun, untuk industri logam masih sangat stabil.

Baca: Sejumlah Karyawan PT Gunung Abadi Takut Di-PHK Mendadak

"Industri logam belum ada yang melakukan pengurangan sampai sekarang," kata Heri.

Purnomo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, mengatakan, meski ada pengurangan jumlah karyawan namun belum ada perusahaan yang gulung tikar atau tutup.

Berbeda dengan tahun 2017, saat itu ada 20 perusahaan yang angkat kaki dari Kota Bekasi.

"Mereka lebih memilih pindah produksi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur karena upah tenaga kerja di sana lebih rendah," kata Purnomo.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved