KJP Plus Disosialisasikan, Bahan Nyinyiran Haters Anies dan Sandi Berkurang Satu

Pemprov DKI Jakarta mulai menyosialisasikan salah satu program dalam janji kampanye itu.

KJP Plus Disosialisasikan, Bahan Nyinyiran Haters Anies dan Sandi Berkurang Satu
Warta Kota/Rangga Baskoro
KJP Plus disosialisasikan. 

BAHAN nyinyiran para haters Anies Baswedan-Sandiaga Uno soal realisasi KJP Plus terjawab sudah.

Pemprov DKI Jakarta mulai menyosialisasikan salah satu program dalam janji kampanye itu.

Di Jakarta Selatan, pelaksanaan KJP Plus sudah memasuki tahap sosialisasi.

Bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (2/8), Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali membuka Sosialisasi Peningkatan dan Pemahaman Program KJP Plus Tahun 2018 yang dihadiri para kepala sekolah di Jakarta Selatan.

Marullah mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan para kepala sekolah memahami tentang kriteria penerima, maupun tentang bagaimana cara menggunakan bantuan KJP Plus yang mereka dapatkan.

"Sehingga program KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plus benar-benar tepat sasaran dan mencegah adanya penyalahgunaan KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plus oleh siapa pun, khususnya siswa dan orang tua yang bersangkutan," ujarnya.

Selain itu Marullah juga berharap, para kepala sekolah turut serta mensukseskan program Pemerintah DKI, dan bisa memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang KJP Plus.

"KJP Plus merupakan program unggulan Pemprov DKI Jakarta, sebagai bentuk perhatian nyata Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, dalam rangka penuntasan wajib belajar 12 tahun bagi anak didik dari keluarga yang secara ekonomi dinilai kurang mampu," terangnya.

Sementara Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan, Joko Sugiarto mengatakan, acara sosialisasi yang digelar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah, agar pendataan KJP Plus Tahun 2018 bisa berjalan sukses dan tepat sasaran.

Joko menjelaskan, besaran KJP Plus yang diterima peserta didik per bulannya, yaitu SD Rp 250 ribu/bulan, SMP Rp 300 ribu/bulan, SMA Rp 420 ribu/bulan, SMK Rp.450 ribu/bulan.

Sementara untuk sekolah swasta ada dana tambahan alokasi SPP yaitu SD Rp.130 ribu/bulan, SMP Rp 170 ribu/bulan, SMA Rp 290 ribu/bulan, dan SMK Rp.240 ribu/bulan.

"KJP untuk bersekolah di swasta lebih besar dibanding sekolah negeri karena di swasta diberikan tambahan untuk SPP," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved