Breaking News:

Tragedi Dua Pendaki Gunung Rinjani Tewas Dalam Gempa Nusa Tenggara Barat

Ada 689 orang pendaki Gunung Rinjani yg Naik melalui Pintu Sembalun dan Senaru.

Instagram/Sutopo_PN
Turis asing berhamburan keluar hotel Rinjani Lodge mengantisipasi gempa 6.4 SR dan susulannya di Lombok Timur. Hingga saat ini belum ada data korban dari turis akibat gempa. 

GEMPA dahsyat yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (29/7/2018) pagi menyebabkan 16 orang tewas.

Dua orang di antaranya adalah pendaki Gunung Rinjani.

"Satu pendaki meninggal dunia di Pelawangan atas nama Muhamad Ainul Taksim (26 tahun) asal Makassar. Gunung Rinjani ditutupi sejak 29/7/2018 hingga waktu yang belum ditentukan. Ada 689 orang pendaki Gunung Rinjani yg Naik melalui Pintu Sembalun dan Senaru," tulis admin @BNPB_Indonesia pada Senin (30/7/2018) diakhiri tagar #GempaLombok.

Kematian korban diperkirakan karena terjadi longsor, dan batu menimpa korban. Bersamaan dengan gempa susulan yang terus terjadi, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani ditutup sementara, evakuasi terhadap pendaki pun dilakukan sejak Minggu (29/7/2018).

Korban kedua bernama Siti Nur Lesmawida Ismail (30) anggota relawan Majelis Belia Malaysia (MBM). Berbeda dengan korban pertama, siti dilaporkan tewas akibat tertimpa tembok penginapan, sedangkan enam orang rekannya terluka dan 11 orang lainnya mengalami trauma kini dirawat di Rumah Sakit Selong, Lombok Timur, NTB.

Malangnya, mereka yang datang sejak Selasa (24/7/2018) itu sukses mencapai puncak, dan diketahui hendak pulang ke negara asal pada Minggu (29/7/2018) siang. Namun nasib berkata lain, para Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia itu justru harus menghabiskan waktu di Indonesia karena menjadi korban.

"Update pendaki asal Malaysia yg meninggal bukan akibat mendaki tetapi tertimpa reruntuhan bangunan atas nama Siti Nur Lesmawida Ismail (30 thn) yg tergabung dlm relawan Majelis Belia Malaysia (MBM) yg melakukan pendakian dgn jumlah 18 orang," tutupnya.

Sementara, terkait adanya laporan kehilangan paspor karena tertimbun dalam reruntuhan, pihak Imigrasi Lombok dijelaskan akan menerbitkan paspor darurat. Sehingga sepuluh WNA asal Malaysia yang kehilangan paspor tetap dapat pulang ke negara asalnya.

Sebelumnya, gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu (29/7/2018) pagi terus berlangsung.

Tercatat ada sebanyak 276 kali gempa susulan terekam hingga Senin (30/7/2018) sore.

Hal itu disampaikan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat akun twitternya @BNPB_Indonesia.

Akibatnya, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas dan sebanyak 355 orang terluka.

"Hingga saat ini, sudah terjadi 276 kali gempa susulan. Dampak gempa 16 meninggal dunia (11 orang di Lombok Timur, 4 orang di Lombok Utara dan 1 orang pendaki asal Makassar), 5.141 orang mengungsi, 355 korban luka-luka. (Data sementara per 30 Juli 2018, pk. 12.00 WIB)," tulis admin @BNPB_Indonesia diakhiri tagar #GempaLombok pada Senin (30/7/2018).

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved