Seratusan Napi Lapas Cipinang Dibekali Pelatihan Menjadi Tenaga Kerja Bangunan

Dirjen PAS, Sri Puguh Utami, mengatakan kegiatan tersebut guna meningkatkan kepribadian terhadap warga binaan,

Seratusan Napi Lapas Cipinang Dibekali Pelatihan Menjadi Tenaga Kerja Bangunan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Warga binaan mengikuti pelatihan kerja kontruksi bangunan yang di Lapas Cipinang. Senin (30/7). 

SEBANYAK 100 warga binaan yang menghuni ruang tahanan lapas Cipinang dibekali pelatihan kerja kontruksi bangunan. Mereka yang terpilih nantinya akan mendapatkan sertifikat resmi setelah keluar dari lapas.

Pelatihan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta di Lapas Cipinang.

Dirjen PAS, Sri Puguh Utami, mengatakan kegiatan tersebut guna meningkatkan kepribadian terhadap warga binaan, selain itu juga peningaktan kemandirian supaya mereka mendapat bekal nantinya ketika keluar dari tahanan.

"Utamanya kita punya program kepada warga binaan untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan dengan cara menciptakan tenaga terampil," kata Utami di Lapas Kelas 1 Cipinang, Senin (30/7/2018).

Mereka yang sudah terlatih nantinya dapat diberdayakan untuk membantu proses pembangunan, misalnya dikatakan Utami yaitu pembanguann sekolah yang rusak, rumah yatim piatu yang rusak, atau proses pembanguan lainnya.

Menurut Utami tenaga trampil ini telah dibekali sertifikat atas bimbingan PUPR dan kerjasamanya oleh Dirjen Bina Kontruksi, sehingga diharapkan 100 warga binaan ini dapat membantu proses pembangunan.

"Yang ini ada 100, di Nusa Kambangan ada 32 dan sudah disiapkan sekitar 700. Nanti kita lakukan cost sharing supaya yang ada saat ini bisa dimanfaatkan, paling tidak akhir tahun kita punya 1000 tenaga terampil untuk banguan," katanya.

Mereka yang terlibat dapat pembinaan ini adalah mereka yang berminat akan mengikuti kegiatan ini walaupun di Lapas Cipinang sendiri terdapat kurang lebih 250 ribu dan tenaga kerja produktifnya hanya 170 ribu, untuk itu perlu peningkatan produktifitas.

"Setelah keluar dari sini diharapkan masyarakat nantinya dapat percaya, untuk itu nanti kita bekali sertifikat. Untuk syarat tentunya mereka yang berkelakuan baik, karena ada assesment yang dilakukan oleh lapas, dan serta ada minat, dan ini bisa menjadi pemuka untuk mendapat remisi," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin mengatakan mengatakan, pemberdayaan terhadap warga binaan pemasyarakatan yang menjadi potensi tenaga kerja konstruksi dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kerja konstruksi bersertifikat yang saat ini baru berjumlah sekitar 470.789 orang.

"Mantan narapidana kerap kesulitan untuk mencari pekerjaan. Padahal, kualitas tenaga kerja mantan narapidana ini tidak kalah dengan pekerja lainnya," katanya.

Melalui program ini, dia melanjutkan, juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para warga binaan pada saat mereka kembali kepada lingkungan sosialnya.

"Melalui sertifikasi akan ada jaminan kejelasan remunerasi bagi tenaga kerja dan memberikan perlindungan hukum serta meningkatkan kesejahteraan warga binaan," ucapnya.

Seluruh warga binaan yang telah tersertifikasi sebagai tenaga kerja konstruksi ini ke depannya akan tercatat dalam sistem database LPJK dan bakal menjadi sumber informasi bagi seluruh badan usaha jasa konstruksi yang memerlukan tenaga terampil untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga mereka akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja setidak-tidaknya pada proyek konstruksi di wilayah terdekat dengan domisilinya.

"Harapannya ini tidak hanya sebatas pelatihan saja, makanya ini terus dilakukan praktek di lingkungan lapas sendiri. Makanya kita juga harus bisa rubah mindset masyarakat menganggap warga binaan itu negatif, jadi dengan ini kita bisa merubah hal itu," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved