Gempa Lombok

Ratusan Pendaki Gunung Diduga Masih Terjebak di Danau Rinjani

Ratusan pendaki Gunung Rinjani diperkirakan masih terjebak di sekitar Danau Segara Anak, pascagempa 6,4 Skala Richter, Minggu pagi.

Ratusan Pendaki Gunung Diduga Masih Terjebak di Danau Rinjani
Warta Kota/Banu Adikara
Danau Segara Anak di kaki Gunung Rinjani 

RATUSAN pendaki Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat diperkirakan masih terjebak di sekitar Danau Segara Anak, pasca-gempa 6,4 Skala Richter yang melanda Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Minggu (30/7/2018) pagi.

"Ada ratusan yang masih belum bisa keluar. Karena saat kami di atas ada 1.000-an pendaki masih berada di atas Gunung Rinjani," tutur Uspi (28) salah orang pendaki yang berhasil keluar dari Gunung Rinjani pada Minggu sore.

Pria yang juga berprofesi sebagai porter ini mengatakan, baik jalur pintu Senaru di Kabupaten Lombok Utara dan pintu Sembalun di Kabupaten Lombok Timur sudah tidak bisa di lewati karena tertutup material longsor dan bongkahan batu.

"Sudah gak bisa lewat, kalau dari danau," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat terjadi gempa, dirinya bersama para pendaki lainnya sedang menuju puncak Rinjani.

Namun, menjelang puncak mereka dikejutkan dengan getaran hebat, sehingga seluruh pendaki menjadi panik dan langsung memutuskan kembali dengan buru-buru turun ke bawah.

"Getarannya besar sekali di atas, semua pendaki juga lagi tiarap, gak ada yang berani berdiri, bahkan sejumlah pendaki bule-bule sampai ikut teriak-teriak Allohuakbar saat di atas minta keselamatan," terang Uspi.


Dirinya mengaku bersyukur bisa tiba dengan selamat beserta pendaki asal Thailand yang jumlahnya enam orang hingga jalur pintu masuk Bawak Nao Desa Sembalun.

"Alhamdulilah, kami bisa selamat sampai di bawah," katanya.

333 pendaki

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan, jumlah pendaki yang masih berada di Gunung Rinjani hingga pukul 15.00 Wita sebanyak 333 pendaki.

"Kita minta mereka ambil posisi yang aman saja dulu karena jalan tertutup oleh longsor," ujarnya.

Baca juga: TNI berikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa NTB

TNGR, kata dia, telah berkoordinasi dengan Basarnas Mataram, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan TNI/Polri guna melakukan evakuasi.

Hingga saat ini, Balai TNGR telah menerjunkan tiga personel untuk melakukan penjajakan evakuasi.

Sebagai antisipasi, seluruh jalur pendakian ditutup untuk sementara waktu sejak pagi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini diambil mengingat aspek keselamatan para pendaki.

Sudiyono menyebutkan, satu pendaki WNI dilaporkan meninggal dunia.

Namun, ia belum mengetahui identitas lengkap korban meninggal.

"Posisi korban masih di atas sedang kita pikirkan upaya evakuasinya," ungkapnya. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved