Gempa Nusa Tenggara Barat, Ratusan Pendaki Rinjani Terjebak di Gunung Rinjani

Usai diguncang gempa bumi bersusulan sejak Minggu (29/7/2018), Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditutup.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
Pintu masuk pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani. (Foto: Instagram @Sutopo_PN) 

USAI diguncang gempa bumi bersusulan sejak Minggu (29/7/2018), Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditutup.

Seluruh pendaki yang tersisa pun dievakuasi turun, karena longsor terjadi di sejumlah jalur pendakian.

Namun, kabar buruk kembali dilaporkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Lewat status twitternya @Sutopo_PN pada Senin (30/7/2018) pagi, Sutopo menyebut ratusan pendaki yang didominasi wisatawan mancanegara itu kini masih terjebak.

Baca: Oknum Jakmania Pukul Anak Menpora, Direktur Utama Persija Minta Maaf

Penyebabnya, jalur pendakian Senaru dan Torean yang bermuara ke Lombok Timur, tidak dapat dilalui. Walau begitu, kondisi para pendaki dilaporkan dalam keadaan selamat.

"Dari 820 orang pendaki Gunung Rinjani terdapat 617 pendaki dari mancanegara. Hingga 29/7/2018 pukul 13.00 WIB yang berhasil dievakuasi turun 246 orang. Sisanya menunggu evakuasi karena jalur Senaru dan Torean belum bisa dilalui. Kondisinya selamat," tulisnya lewat @Sutopo_PN, Senin (30/7/2018).

Masyarakat pun mendoakan para pendaki, seperti Raka lewat akun @remajamasjidd yang berharap semua pendaki dapat selamat.

"Semoga bisa selamat semua tanpa kurang," ujarnya.

"Semoga gk ada korban jiwa bertambah. Semoga pendaki RIJANI selamat. Selamat kerja tim pak @Sutopo_PN. Semoga semua lancar. Aamiinnn," tulis Jasriyanto Yanto lewat akun @YantoJasriyanto.

Sebelumnya, larangan sekaligus penutupan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diberlakukan pada Minggu (29/7/2018) pagi, karena dikhawatirkan terjadi longsor.

Benar saja, lewat potret yang diposting Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho lewat akun twitternya @Sutopo_PN pada Minggu (29/7/2018) pagi, longsor sudah terlihat.

Baca: Anas Urbaningrum: Saya Hanya Minta Diadili, Jangan Dijaksai dan Dihakimi

Dalam potret yang dibagikannya, debu terlihat mengepul di salah satu sisi Gunung Rinjani. Belum diketahui jalur apa yang mengalami longsor, tapi debu terlihat deras hingga tertiup menuju permukiman warga.

"Debu beterbangan akibat longsor dari puncak Gunung Rinjani akibat diguncang gempa 6,4 SR. Aparat masih melakukan pendataan. Pendakian ditutup," tulis Sutopo Purwo Nugroho lewat twitternya @Sutopo_PN.

Titik gempa berada di dasar laut empat lokasi, antara lain 28 km Barat Laut Lombok Timur, 32 km Timur Laut Lombok Utara, 57 km Timur Laut Lombok Tengah dan 61 km Timur Laut Mataram, NTB. Gempa terkuat terekam berkekuatan 6,4 skala richter.

Baca: Animal Defender Indonesia Minta Warga Jakarta Tak Pelihara Buaya

Walau berpusat di tengah laut, gempa yang terjadi di perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tidak berpotensi tsunami.

"Gempa tidak berpotensi tsunami. Saat ini masih berlangsung beberapa gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil," ungkap Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran tertulis pada Minggu (29/7/2018).

Data sementara, kerusakan terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Sumbawa Barat. Sedangkan korban jiwa masih terus didata. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved