TGB Zainul Majdi Tetapkan Tanggap Darurat Pasca Gempa di Lombok Selama 3 Hari

TGB juga menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita terhadap para korban akibat gempa tersebut.

Antaranews
Rumah rusak akibat gempa di Lombok, NTB 

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menyampaikan pihaknya menetapkan masa tanggap darurat selama tiga hari untuk penanganan pascabencana gempa bumi 6,4 skala richter yang mengguncang Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok pada Minggu pagi.

"Kita kini fokus penanganan penyelematan dahulu, polisi, badan SAR, semua aparat kita kerahkan. Untuk tiga hari ini kita masa tanggap darurat," katanya dikutip dari Antaranews.

Ia mengatakan akibat gempa tersebut, telah ditemukan korban meninggal 13 orang dan lebih dari seratus orang korban luka-luka.

Sementara itu, berdasarkan laporan sementara tiga kecamatan paling terdampak, dua kecamatan berada di Lombok Utara yaitu Kecamatan Sembalun dan Sambelia, serta satu kecamatan di Lombok Selatan yaitu Kecamatan Bayan, katanya.

"Kita akan terus pastikan penanganan gempa ini," katanya.

Ia juga menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita terhadap para korban akibat gempa tersebut.

"Kita berduka cita karena ada musibah gempa yang tidak bisa kita hindarkan, musibah yang memang merupakan ketetapan Allah SWT. Pagi hari ini dan baru saja susul menyusul," katanya.

Baca: Kepala BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gempa Susulan yang Sudah Terjadi 84 Kali

Sementara itu, hingga pukul 12.00 WIB telah terjadi 104 kali gempa susulan.

"Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada, namun tetap tenang dan jangan panik," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati.

Dia mengatakan, gempa bumi susulan yang kekuatannya terbesar yaitu 5,7 SR dan kekuatannya semakin mengecil. Gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita bohong yang menyebar pascagempa.

Hingga saat ini, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @InfoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa," tuturnya.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved