Breaking News:

Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa Lombok Kembali Bertambah Menjadi 14 Orang

Sebagian besar yang terluka karena tertimpa bangunan rumahnya yang rusak. Ada yang terluka di bagian kepala dan ada yang patah tulang.

Editor: Dewi Pratiwi
Antaranews
Rumah rusak parah akibat gempa 

JUMLAH korban gempa di Lombok terus bertambah.

Hingga pukul 17.00 WIB, jumlah korbagempa 6,4 SR sudah mencapai 14 orang.

Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitter-nya.

Tidak hanya korban meninggal, ribuan rumah rusak aprah dan 162 orang luka-luka.

Sebagian besar yang terluka karena tertimpa bangunan rumahnya yang rusak. Ada yang terluka di kepala dan ada yang patah tulang.

Menurut data yang diterima Warta Kota, daerah paling parah karena gempa ada di Kabupaten Lombok Timur khususnya di Sembalun.

Di Lombok Timur ini, 10 orang dipastikan meninggal dunia, 151 luka-luka dan lebih dari 1000 rumah rusak.

Dari 10 orang yang meninggal, 1 orang warganegara Malaysia bernama Isma Wida (30 thn/P).

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia. Sebanyak 38 jiwa luka berat yaitu 12 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar.

Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa.

Sedangkan di Lombok Barat dan juga di Ibukota NTB, Mataram, tidak ditemukan korban meninggal dunia maupun luka-luka.

Hanya ada laporan kerusakan rumah. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD.

Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami, ujarnya.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, "kids ware" dan makanan siap saji.

BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan air mineral, tenda pengungsi, lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya.

Mobilisasi peralatan dan logistik terus dilakukan. BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban.

Secara umum infrastruktur seperti komunikasi, jalan, listrik dan lainnya masih baik.

Namun laporan BNPB mengatakan kalau akses jembatan dari arah Sambelia menuju desa beburung,
Sembalun terputus.

Sementara itu, evakuasi pendaki yang berada di Gunung Rinjani masih dilakukan oleh petugas.

Berdasarkan data dari Balai Taman nasional Gunung Rinjani (BTNGR), jumlah pendaki ke Gunung Rinjani tercatat 826 jiwa, baik wisatawan asing dan nusantara.

Laporan dari BTNGR Resor Senaru sebanyak 115 orag wisatawan asing sudah turun di Senaru Kabupaten Lombok Utara.

Proses evakuasi pendaki masih dilakukan oleh petugas BTNGR, Kantor SAR Mataram, Brimob Polri NTB dan relawan.

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved