Gubernur NTB Instruksikan Penanganan Dampak Gempa di Lombok

Hingga pukul 09.20 WIB tercatat ada 66 kali gempa susulan. BNPB akan terus menyampaikan pembaruan terkait gempa ini.

Gubernur NTB Instruksikan Penanganan Dampak Gempa di Lombok
Kondisi posko pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani yang roboh. (Foto: Instagram @Sutopo_PN) 

KORBAN gempa bumi kekuatan 6,4 SR yang mengguncang Lombok, NTB hingga Bali dan Sumbawa. Korban jiwa bertambah.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban mencapai 10 orang.

"Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak. Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo dalam keterangan tertulis dikutip dari detik.

Petugas dari BPBD setempat, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, hingga relawan terus bekerja sama menanggulangi dampak gempa. BNPB memperkirakan korban gempa terus bertambah.

"Mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata," kata Sutopo.

Hingga pukul 09.20 WIB tercatat ada 66 kali gempa susulan. BNPB akan terus menyampaikan pembaruan terkait gempa ini.

Baca: Gempa Susulan 33 Kali Terjadi di Lombok

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan Pemerintah Provinsi bersama pihak terkait akan segera melakukan penanganan terhadap dampak gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi pagi ini.

TGB juga menerima informasi bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengintruksikan BNPB agar turut membantu penanganan dampak gempa.

"Saya dapat informasi bahwa Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan kepada kepala BNPB untuk segera menangani apa-apa yang merupakan dampak dari gempa hari ini di Lombok dan sekitarnya," ujar TGB saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan di Pancor, Lombok Timur, NTB.

TGB mengatakan pendataan dampak kerusakan dan jumlah korban akibat gempa segera dilakukan.

Dia juga memastikan sarana-sarana yang rusak akan diperbaiki.

"Insyallah pemda akan segera mendata semua kerugian-kerugian yang dialami oleh warga kita. Pemda, Insyallah pemerintah provinsi NTB karena kebetulan masih menjadi Gubernur sampai 17 September yang akan datang," tuturnya.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved