Gerhana Bulan

Gerhana Bulan Total 2018: Dari Asia, Eropa, sampai Amerika Bisa Menikmati Super Blood Moon

Perubahan warna terjadi karena atmosfer Bumi bertindak sebagai lensa dan media untuk cahaya matahari.

Gerhana Bulan Total 2018: Dari Asia, Eropa, sampai Amerika Bisa Menikmati Super Blood Moon
Kompas.com
Gabungan enam foto yang menunjukkan fase gerhana bulan yang terpantau di Buenos Aires, 15 April 2014. Gerhana bulan kali ini terbilang langka karena bulan berubah warna dari oranye ke merah darah. 

Sepanjang tahun 2018 ini alam semesta raya menampilkan dua gerhana bulan total.

Satu gerhana bulan total terjadi pada akhir Januari 2018 dan satu lagi bakal terjadi tengah malam nanti, Jumat (28/7/2018).

Pada 31 Januari 2018 lalu terjadi gerhana bulan spektral Super Blue Blood.

Sedangkan tengah malam nanti hingga subuh itu bakal menjadi gerhana bulan total 'Super Blood Moon' terlama sepanjang abad ke-21

Gerhana bulan total terjadi ketika bulan purnama melewati bayangan Bumi.

Gerhana bulan terlihat dari mana pun di Bumi pada malam hari. Namun, durasi gerhana yang Anda lihat akan tergantung pada seberapa dekat dengan bulan terbit atau gerhana yang dimulai di lokasi Anda.

Selama gerhana bulan total, bulan berubah warna merah tua ketika memasuki kedalaman bayangan Bumi.

Perubahan warna terjadi karena atmosfer Bumi bertindak sebagai lensa dan media untuk cahaya matahari.

Baca: Persiapkan Diri Nonton Gerhana Bulan Total Super Blood Moon Tengah Malam Ini

Ketika cahaya melewati media apa pun, perjalanan cahanya melambat sedikit dan melengkung.

Jadi beberapa sinar matahari tertekuk ke permukaan bulan saat melewati atmosfer bumi selama gerhana.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved