Elvy Sukaesih Bungkam soal Hutang Rp2,5 Miliar

Keluarga Elvy Sukaesih dilaporkan ke pihak kepolisian, terkait lagu 'Legket' yang diproduksi PT EMMI Pro milik Elvy

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Andy Pribadi
Elvy Sukaesih - Dhawiya 

KEHIDUPAN keluarga ratu dangdut Elvy Sukaesih rupanya tidak berlangsung bahagia, setelah anak-anaknya yakni salah satunya adalah Dhawiya Zaida ditangkap polisi, kini mereka harus mendapatkan masalah baru.

Keluarga Elvy Sukaesih dilaporkan ke pihak kepolisian, terkait lagu 'Lengket' yang diproduksi PT EMMI Pro milik Elvy, diduga belum memberikan hak nya kepada penyanyi asal Singapura, Mega Makcik.

Bahkan, rumah Elvy terancam disita. Dikarenakan pihak Mega Makcik meminta jaminan rumah jika Elvy tidak mampu melunasi hak yang harusnya didapatkan oleh Mega Makcik.

Tim Warta Kota berusaha menghubungi keluarga Elvy Sukaesih melalui sambungan telepon, Jumat (27/7/2018) namun belum mendapatkan respon yang baik.

Ketika mencoba menghubungi putri Elvy Sukaesih, yakni Fitria Sukaesih, sambungan teleponnya pun di alihkan atau dimatikan hingga sore hari ini.

Kemudian, tim Warta Kota mencoba menghubungi kuasa hukum Dhawiya, yakni Reyno Yohanes, ia mengaku tidak mendapatkan mandat untuk membahas permasalahan Elvy dengan Mega Makcik.

"Saya sedang urus permasalahan lain. Soal itu (Elvy dan Mega Makcik), belum ada info," kata Reyno Yohanes.

Diberitakan sebelumnya, Mega Makcik yang didampingi tim kuasa hukumnya Gus Bejo melaporkan Elvy Sukaesih atas kepemilikan PT EMMI Pro ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (26/7/2018).

Melaporkan Elvy Sukaesih ke Pengadilan dikarenakan Mega Makcik ingin menggugat Elvy secara perdata.

Karena Mega Makcik mengalami kerugian hingga Rp. 2,5 Miliar karena lagu Lengket yang diproduseri oleh Elvy, Mega Makcik belum mendapatkan haknya.

Kuasa hukum Mega Makcik, Gus Bejo mengatakan bahwa ia mengajukan rumah Elvy ke Pengadilan sebagai jaminan hutangnya tersebut.

"Saya juga ajukan sita rumah Elvy Sukaesih dalam gugatan," tegasnya Gus Bejo.

Gus Bejo mengatakan dalam tuntutan perdata pihak yang dirugikan bisa menuntut berapa saja. 

"Tapi yang pasti hakim yang akan memutuskan dikabulkan atau tidaknya, atau sebagian atau seluruhnya tuntutan. Nanti kita ikuti saja, saya tidak mau menjawab karena ini bukan hak saya," ujar Gus Bejo. (ARI)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved