Gerhana Bulan

Begini Proses Gerhana Bulan Total yang Terjadi Dini Hari Nanti

Gerhana Bulan Total (GBT) yang terjadi dini hari nanti merupakan peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi

Begini Proses Gerhana Bulan Total yang Terjadi Dini Hari Nanti
Warta Kota/Henry Lopulalan
Fase gerhana bulan total yang diambil di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (31/1). 

GERHANA Bulan Total (GBT) atau Super Blood Moon yang terjadi dini hari nanti merupakan peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga cahaya tidak semuanya sampai ke Bulan.

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Muhamad Sadly mengatakan peristiwa ini terjadi akibat pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan yang berlangsung saat bulan purnama.

"Pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya berlangsung saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Ini juga merupakan GBT terlama pada abad ke-21," ujar Sadly saat dikonfirmasi Warta Kota, Jumat (26/7/2018).

Ia memaparkan proses GBT dimulai ketika piringan Bulan mulai memasuki penumbra Bumi sekitar pukul 00.13 WIB.

Setelah itu kecerlangan Bulan lebih redup dibandingkan sebelum gerhana.

"Perubahan kecerlangan ini tidak dapat dideteksi oleh mata tanpa alat. Hanya dapat dideteksi dari hasil perbandingan perekaman antara sebelum gerhana dan setelah gerhana," katanya.

Selanjutnya adalah dase gerhana sebagian, dimana piringan Bulan memasuki umbra Bumi pukul 01.24 WIB.

Hal ini ditandai dengan sedikit lebih gelapnya bagian Bulan yang mulai memasuki umbra Bumi.

Semakin lama, maka bagian gelap ini semakin besar hingga akhirnya seluruh piringan Bulan memasuki umbra Bumi pukul 02.30 WIB.

"Sejak itu bagian Bulan memerah dan mencapai puncak merah gerhana pada pukul 03.22 WIB," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved