Breaking News:

Perbaikan E-Ticketing KRL Diduga Maladministrasi, Ombudsman RI Periksa PT KCI

PT KCI merugi karena tidak mendaptkan dana PSO dengan menjual tiket manual yang dipukul rata sebesar Rp 3000.

Instagram
Calon penumpang KRL menunjukkan tiket kertas dan diunggah ke Instagram, Senin (23/7/2018). 

OMBUDSMAN RI Perwakilan Jakarta Raya meminta keterangan manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terkait perbaikan sistem E-ticketing KRL awal pekan ini yang sempat menimbulkan antrean penumpang di sejumlah stasiun KA.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho mengatakan tiga orang dari manajemen PT KCI sudah memenuhi panggilan Ombudsman dan memberi keterangan kepada pihaknya, Rabu (25/7/2018).

"Mereka yang kami mintai keterangan dari PT KCI adalah VIP Legal, VIP Pelayanan Publik, dan VIP Kehumasan," kata Teguh kepada Warta Kota, Rabu (25/7/2018).

Menurut Teguh, pihaknya memanggil manajemen PT KCI karena ada dugaan maladministrasi dalam penerapan perbaikan E-ticketing beberapa waktu lalu, dengan mengganti penggunaan E-ticketing dengan tiket kertas, yang akhirnya sempat menimbulkan antrean panjang penumpang.

"Manajemen PT KCI sudah memberikan paparan kepada Ombudsman terkait perbaikan E-ticketing ini. Namun kami belum dapat simpulkan ada tidaknya maladministrasi dalam hal ini. Sebab harus dibandingkan dengan dokumen resmi dari mereka, dan disandingkan dengan temuan lapangan Ombudsman," kata Teguh.

Karenanya kata Teguh pihaknya menunggu dokumen resmi sesuai paparan dari PT KCI dan akan menyusun atau menganalisa untuk melihat ada tidaknya maladministrasi dalam upgrading system E-ticketing KRL ini.

"Jadi tadi baru paparan mereka. Kami belum dapat dokumennya," kata Teguh.

Mitigasi, sebuah Kebutuhan

Menurut Teguh, secara paparan apa yang disampaikan PT KCI semuanya baik.

"Namun akan disandingkan dengan temuan kami serta pencocokan dokumen mereka apakah sesuai dengan paparan atau tidak. Jadi kami belum bisa memastikan ada tidaknya maladministrasi atau tidak," katanya.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved