Jokowi Kucurkan Rp 187 Triliun Dana Desa, Netizen Sebut Duitnya dari Hasil Utang

Mereka menjuluki uang tersebut tidak ubahnya hanya hasil utang, yang tidak dibayar Jokowi, tapi rakyat.

Jokowi Kucurkan Rp 187 Triliun Dana Desa, Netizen Sebut Duitnya dari Hasil Utang
Kompas.com/Dendi Ramdhani
Presiden Joko Widodo dan partai pendukungnya. 

DI penghujung kepemimpinannya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan telah menyalurkan sebanyak Rp 187 triliun dana desa dalam empat tahun terakhir.

Tujuannya, agar tercipta pemerataan.

Hal tersebut disampaikannya lewat akun twitternya @jokowi pada Kamis (26/7/2018).

Dalam statusnya, dirinya menekankan agar uang yang disalurkan untuk membangun desa, tersebar hingga pelosok desa, bukan justru kembali ke Jakarta.

"Dalam sejarah anggaran kita, pengucuran Rp 187 triliun ke desa-desa dalam empat tahun itu besar sekali. Tujuannya agar pemerataan pembangunan tercipta di Tanah Air. Tapi, harus tepat sasaran. Uangnya berputar di sekitar desa, tidak kembali lagi ke kota dan berujung di Jakarta," tulis Jokowi lewat akun @jokowi pada Kamis (26/7/2018).

Postingannya disambut meriah cebongers, para pendukungnya.

Pengawal Jokowi lewat akun @TheCebongers memposting pidato Jokowi di Istana Negara.

Tidak diketahui kapan video tersebut direkam, namun Jokowi menekankan, agar dan desa dapat dikelola dengan baik.

Sebab, apabila tidak dikelola baik, besarnya dana desa dapat berpotensi tindak pidana korupsi.

"Anggaran desa coba kita lihat, hati-hati terhadap anggaran desa, 2015-20 triliun, 2016-47 triliun, 2017-60 triliun, meningkatnya, maloncat, sangat besar sekali. Tetapi hati-hati, mengelola uang sebesar ini tidak gampang, tidak mudah, hati-hati. Saya senang tadi Kepala Desa diajak untuk ke Istana (Negara), tapi yang diajak adalah yang baik-baik, yang sudah bagus dalam pengelolaannya terhadap dana desa itu. Dan para bupatinya juga, saya titip 60 triliun itu bukan uang sedikit," ungkapnya.

Sementara itu, kubu netizen sebaliknya menjuluki uang tersebut tidak ubahnya hanya hasil utang, yang tidak dibayar Jokowi, tapi harus dibayar oleh rakyat.

Seperti biasa, postingan didukung dan dicela netizen. Seperti yang dituliskan Taufik lewat akun twitternya @Taufik685. Dirinya nyinyir menyebut dana desa sebesar Rp 187 triliun berasal dari hutang luar negeri yang membengkak saat ini.

"Rp.187 trilyun itu setelah di potong pajak gajih pejabat dan di korupsi...duitnya dari hasil hutang dgn bunga tinggi yg bayar rakyat juga 'KATA ORANG BIJAK UTANG MEMBUAT KITA TIDAK TENANG'," tulisnya.

"Klo berhasil Presiden Jokowi klaim itu keberhasilanx, tp klo gagal , lempar tanggung jwb, atas nama Desentralisasi," balas Muhammad Syahrir lewat akun @Muhamma37029013.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved