Breaking News:

Kesadaran Penggunaan Obat bagi Warga Kepulauan Seribu Terus Ditingkatkan

SOSIALISASI Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) digelar di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Selasa (24/7/2018).

Istimewa
SOSIALISASI Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) digelar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (24/7/2018). 

SOSIALISASI Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) digelar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (24/7/2018). Kegiatan itu digelar dalam meningkatkan kesadaran penggunaan obat di kalangan warga.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu Ismer Harahap mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk memberi informasi kepada masyarakat terhadap penggunaan obat-obatan. Sehingga tidak ada kesalahan dalam pemakaiannya.

“Maksudnya mereka pada saat posisi mau membeli obat, jangan salah membeli obat, tanya dulu yang ahlinya, ini bener ngga obat sakit, nanti salah beli obat, sakit perut tahunya, obat sakit yang lain, kan gimana,” katanya, Selasa (24/7/2018).

SOSIALISASI Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) digelar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (24/7/2018).
SOSIALISASI Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) digelar di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (24/7/2018). (Istimewa)

Ismer mengatakan untuk mencapai tujuan tersebut maka ditempatkan sejumlah kader yang juga merupakan warga pulau, untuk memberikan pengarahan kepada warga di masing-masing pulau di Kepulauan Seribu.

“Kita minta kader-kader itu menjadi agen di masing-masing pulau. Ada banyak (jumlah kadernya), mereka warga pulau yang kita bina. Tapi nanti kan ada yang mendampingi apotekernya,” ucapnya.

“Tolong dicatat juga. Saya minta kegiatan ini tidak hanya seremonial saja, tapi juga berkelanjutan. Saya akan pantau terus karena kesehatan di Kepulauan Seribu harga mati,” tutur Ismer.

Marah

Sementara itu Ismer menolak dirinya disebut marah-marah menyikapi ketidakhadiran Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu Yudi Dimyati dalam acara tersebut.

Namun dirinya tidak menampik adanya kekecewaan mengapa yang bersangkutan tidak hadir di acara sepenting itu.

“Marah sih ngga, ya logat saya dari sananya kencang, jangan dianggap marah. Ya kasudinnya ngga hadir, saya tanya kenapa ini, kan ini acara penting,” ungkap Ismer.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, anak buahnya tersebut ternyata sedang mengikuti rapat di tempat lain. Hanya saja Ismer mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Ternyata informasinya kan di darat, dia ada rapat. Saya mau ngecek, benar ngga di darat, dia ada rapat, gitu lho. Saya belum cek! Kalau benar kan ngga ada masalah ya, kita hanya mau cek kebenarannya,” ucapnya.

Ismer memastikan apabila ternyata yang bersangkutan mangkir, bukan tidak mungkin akan ada sanksi yang bakal diterima. Namun sebelum sampai ke sana, ada sejumlah proses yang harus dipastikan terlebih dahulu.

“Ketentuannya kan sudah ada, orang yang tidak masuk tanpa keterangan kan ada aturannya. Tapi orang yang tidak masuk tapi dia ada keterangan, mungkin izin atau sakit atau ada rapat, itu tetap tugas kan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu Yudi Dimyati belum bisa dimintai keterangan perihal tersebut. Yudi tidak mengangkat telepon ketika telepon genggam miliknya dihubungi beberapa kali.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved