Anggota Gengster Serdadu Pondok Raya Diringkus Polisi, Sudah Delapan Kali Beraksi

Polisi menangkap tiga pelaku kejahatan jalanan, yang mengaku sebagai anggota gangster Serdadu Pondok Raya.

Anggota Gengster Serdadu Pondok Raya Diringkus Polisi, Sudah Delapan Kali Beraksi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari menunjukkan senjata tajam yang digunakan Tiga pelaku kejahatan jalanan, yang mengaku sebagai anggota gangster Serdadu Pondok Raya (SPR). 

Anggota Unit Reskrim Polsek Pondok Gede menangkap tiga pelaku kejahatan jalanan, yang mengaku sebagai anggota gangster Serdadu Pondok Raya (SPR).

Para pelaku mengatasnamakan dirinya sebagai kelompok Serdadu Pondok Raya (SPR) dan sering kali melakukan kejahatan jalanan di Pondok Gede dan sekitarnya.

Ketiga pelaku diringkus pada Senin, (23/7/2018) lalu, usai beraksi di Jalan Raya Arteri Tol JORR, Kelurahan Jatiwarna, serta di Jalan Setia, Kelurahan Jatiwaringin.

Kapolsek Pondok Gede, Kompol Suwari, mengatakan ketiga pelaku bernama Muhammad Reza Saputra (28), Muhammad Fitrah Ramadani (27) dan Handi Mardiansyah (18).

Sementara dua pelaku lainnya Rizki alias Tompel dan Abdul Manap masih buron.

"Awalnya kita tangkap otak pelaku MRS di kontrakannya di Jatiwaringin. Kemudian kita kembangkan akhrinya dua pelaku lain ditangkap di Jatimakmur," ujarnya di Mapolsek Pondok Gede, pada Rabu (25/7/2018).

Ia menjelaskan kawanan penjahat itu telah melakukan aksinya sebanyak delapan kali.

Saat melancarkan aksinya pelaku tak segan segan membacok korbannya bila melawan.

Senjata yang mereka gunakan salah satunya Corbek atau cocor bebek, sejenis parang tapi pegangannya lebih panjang.

"Korban yang pasrah saat dirampas kendaraannya dijalan tidak dilakukan kekerasan tetapi kalau korban melawan bakal dibacok pelaku, seperti satu korban bernama Jimmy Ardhy yang melawan dan kena bacok punggungnya, tapi selamat," katanya.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti satu buah senjata tajam jenis cobek, satu buah obeng, tiga buah telepon genggam, dua unit sepeda motor hasil curian.

"Mereka beraksi secara bergilir, jadi malam ini giliran siapa, malam berikutnya gantian, tapi otaknya itu pelaku MRS. Untuk hasil kejahatan mereka jual kemana masih kami dalami. Tapi uangnya mereka pakai buat foya-foya," jelasnya.

Atas perbuatan mereka terancam pidana pasal 365 tentang tindakan pencurian dengan kekerasan hukuman penjara maksimal 12 tahun. (m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved