VIDEO: Sam Aliano Bawa Bunga ke Bawaslu, ini Maksudnya

Pria yang mengaku sebagai bakal calon presiden 2019, Sam Aliano, mengajukan protes ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

Penulis: | Editor: Ahmad Sabran

Pria yang mengaku sebagai bakal calon presiden 2019, Sam Aliano, mengajukan protes ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan adanya politik transaksional yang melibatkan calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik, Selasa (24/7/2018).

Menurut Sam Aliano, politik uang merupakan masalah yang sangat serius dan harus ditindaklanjuti dengan serius pula melalui tindakan yang nyata, bukan sekadar retorika pemanis semata.

"Ini bisa membahayakan demokrasi dan hak-hak rakyat Indonesia. Saya selaku bakal calon presiden 2019 tidak mau ada politik uang. Gimana saya mau maju kalau caranya begitu tanpa ada tindakan yang tegas dari Bawaslu. Tidak hanya saat pilkada tapi saya khawatir politik uang juga terjadi pada pileg dan pilpres 2019 nanti," tutur Sam Aliano, Selasa (24/7/2018).

Ia menilai upaya pemberantasan politik uang yang selama ini dilakukan oleh Bawaslu belum optimal. Hal ini terbukti dari banyaknya keluhan dan laporan dari masyarakat hingga temuan di lapangan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) saat Pilkada serentak yang telah berlalu.

Oleh sebab itu, pencegahan dan pemberantasan politik uang masih menjadi suatu pekerjaan rumah yang serius bagi Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Sam Aliano meminta lembaga-lembaga tersebut untuk mendengar dan menindaklanjuti dengan adil setiap laporan dari masyarakat. Bahkan, Sam Aliano menuntut agar Bawaslu lebih aktif tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.

"Waktu pendaftaran tingal hanya berapa hari. Bagaimana saya mau daftar di KPU sebagai capres dengan adanya dugaan politik transaksional yang dilakukan calon angota legislatif (caleg). Kenapa Bawaslu diam? Kenapa Bawaslu tidak berikan sanksi? Bawaslu atau Panwaslu harus segera bertindak, jangan nunggu laporan masyarakat," ucap Sam Aliano.

Dalam aksi protes ke Bawaslu, Sam Aliano juga sengaja membawa seikat bunga yang memiliki arti dan pesan tersirat untuk Bawaslu. Melalui seikat bunga itu, Sam Aliano berusaha mengingatkan Bawaslu agar tidak mati suri dan memberantas maraknya politik uang dalam pilkada, pileg bahkan pilpres.

"Saya bawa ikatan bunga untuk diberikan kepada Bawaslu agar Bawaslu tidak mati suri, bangun semangat dan berani lawan politik uang serta segar seperti bunga yang saya pegang ini," harap Sam Aliano.

Jika Bawaslu dan instansi terkait loyo dalam memberantas politik uang maka Sam Aliano memprediksi akan terjadi kecurangan dan kekacauan dalam ajang pileg dan pilpres 2019.

"Saya ada tiga triliun. Saya bisa aja beli partai untuk mendukung saya, saya tanya apakah Bawaslu bolehkan itu? atau biarkan saya main politik uang bebas gitu aja. Makanya Bawaslu harus aktif, tegas dan adil dalam memberantas politik uang. Harus ada sanksi yang tegas dan realisasinya untuk para pelanggar," kata Sam Aliano.

Sam Aliano menyesalkan Bawaslu tidak mengusut dugaan politik uang yang melibatkan Lucky Hakim dan Partai Nasdem. Kasus ini pernah dibahas oleh Sam Aliano saat bersilaturrahmi dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) pada Jumat (13/7/2018).

"Bawaslu tidak mau usut, tidak mau proses. Bahkan keterangan dari Ketua MPR Pak Zulkifli Hasan aja tidak diproses oleh Bawaslu. Seharusnya Bawaslu telusuri, usut tuntas, bukan malah cuek," ujar Sam Aliano.

Sam Aliano semakin khawatir dan ragu untuk maju sebagai calon presiden 2019 lantaran kesan acuhnya Bawaslu terhadap praktik politik uang. Sebab, Bawaslu yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam pemilu yang jujur, adil dan bersih malah tidak berdaya menghadapi politik uang.

"Malah saya berfikir ulang untuk apa saya maju tanpa ada lembaga yang melindungi kami dan hak rakyat seperti Bawaslu. Caleg jaman now yang main politik uanh semakin berani dan nekat. Itu artinya rakyat yang lemah semakin lemah yang kuat semakin curang, negara mau bawa kemana kalau calon wakil rakyatnya seperti itu," kata Sam Aliano.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved