Larangan Bawa Hewan Peliharaan di Taman Bibit Tebet Diprotes Penyayang Anjing

Kebijakan itu dinilai terlalu terburu-buru dan tidak melihat konteks masalah secara luas.

Larangan Bawa Hewan Peliharaan di Taman Bibit Tebet Diprotes Penyayang Anjing
Petwave
Ilustrasi. Anjing ras Belgian Malinois. 

IMBAS pelarangan membawa hewan peliharaan di Taman Bibit Tebet, Jakarta Selatan menuai protes bagi para dog lover (penyayang anjing).

Kebijakan itu dinilai terlalu terburu-buru dan tidak melihat konteks masalah secara luas.

Kartika, dog lover asal Tebet mengungkapkan kekecewaan mendalam. Sebab, ia menilai taman adalah ruang publik yang bisa dimanfaatkan siapa saja selagi tidak untuk hal negatif.

"Kami merasa kecewa dengan pelarangan membawa anjing yang dipasang di area taman Tebet, karena kita sehari bisa pagi dan sore selalu membawa anjing ke taman. Kami juga selalu menjaga kebersihan dan ketertiban taman, dengan mengambil kotoran anjing dan tidak membiarkan anjing kami berkeliaran bebas tanpa pengawasan kami," keluh Kartika kepada Warta Kota, Selasa (24/7/2018).

Kartika menegaskan, soal kesehatan anjing, tidak perlu diragukan. Para dog lover, kata dia, rutin melakukan vaksinasi sehingga tidak membahayakan.

"Sekedar catatan saja, itu anjing-anjing yang kami bawa terjamin secara kesehatan dengan kata lain kami telah memvaksinasi. Anjing kami juga sudah jinak, sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia. Jadi tidak mungkin kehadiran anjing-anjing ini mengancam pengunjung taman lainnya," imbuhnya.

Dalam papan larangan, pengelola mengacu para Perda 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum. Meski demikian, Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan Yuswardi mengakui memang tidak disebutkan secara rinci soal pelarangan membawa binatang itu, termasuk binatang apa saja yang dimaksud.

Yuswardi menjelaskan, keputusan pelarangan itu dari Dinas Kehutanan setelah sebelumnya terjadi insiden yakni anjing milik warga yang diajak berolahraga di sana menggigit pengunjung lain.

"Ada kejadian di Taman Kebon Nibit Tebet dimana anjing milik warga yang diajak olahraga menggigit hingga melukai warga lain. Peristiwanya itu tanggal 19 mei 2018. Kemudian ada ribut-ribut sesama pengunjung pada 3 Juli 2018 terkait ada yang bawa anjing juga," kata Yuswardi dihubungi Warta Kota.

Ia menilai, pelarangan tersebut demi menjaga ketertiban dan kenyamanan taman. Sebab, menurutnya, tidak semua pengunjung taman merasa nyaman jika ada pengunjung lain yang membawa hewan peliharaan.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved