PPDB 2018

Ditanggapi Ombudsman, Ibu yang Curhat PPDB ke Jokowi di Facebook Hapus Postingannya

Selain surat terbuka untuk Presiden Jokowi atas proses PPDB, Nina juga memposting surat terbuka untuk Ridwan Kamil dengan tema serupa.

Ditanggapi Ombudsman, Ibu yang Curhat PPDB ke Jokowi di Facebook Hapus Postingannya
Istimewa
PPDB Online 

"Beberapa hal yang membuat ini menjadi atensi khusus kami karena diantaranya, nilai UN Firzan cukup besar yakni 34,50. Sementara ada siswa yang nilai UN nya 18 bisa diterima, karena rumahnya lebih dekat daripada Firzan. Selain itu Firzan termasuk siswa yang punya prestasi di SMP dengan Paskibranya," kata Teguh.

Alasan lain katanya terdepaknya Firzan di PPDB, karena rumah Firzan dengan siswa lain yang diterima hanya selisih 0,1 saja.

"Sehingga sekolah kita support untuk bisa melakukan diskresi atas Firzan. Kasus ini bisa terjadi karena banyaknya kelemahan yang ada di Permendikbud Nomor 14, Tahun 2018," kata Teguh.

Teguh memastikan ada satu bangku untuk Firzan di SMAN 1 Depok. "Karena dengan sistem skoring sekarang, ada juga kursi yang gak nyangkut kriteria manapun, sehingga kosong," katanya.

Dan kursi kosong itu katanya menjadi diskresi Kepala SMAN 1 Depok untuk diberikan ke Firzan.

" Tapi Kepsek minta atensi dan rekomendasi dari Ombudsman, karena khawatir, di kemudian hari dituduh melakukan jual beli kursi," kata Teguh.

Menurut Teguh kebijakan seperti ini, lowong dalam proses PPDB tahun ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved