Kolom Mas Pro

Prof LIPI Bicara Fenomena Politisi Pindah Parpol, Nomor 4 Sangat Pas dengan Posisi Ahok dan Lulung

Fenomena politi pindah parpol atau politisi kutu loncat makin marak menjelang Pemilu 2019. Ahok dan Lulung adalah politisi yang sering pindah parpol.

Prof LIPI Bicara Fenomena Politisi Pindah Parpol, Nomor 4 Sangat Pas dengan Posisi Ahok dan Lulung
photo collage/wartakotalive.com
Inilah para politisi yang telah berpindah-pindah partai politik. Mereka antara lain Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Abraham Lunggana (Lulung), dan Inggard Joshua. 

FENOMENA politisi kutu loncat atau berpindah-pindah partai politik (parpol) menjelang pemilihan umum (pemilu) kembali marak.

Politisi kutu loncat atau berpindah parpol biasanya karena bermasalah di parpol sebelumnya sementara politisi tersebut masih terus ingin berkarier dalam politik.

Politisi kutu loncat tidak hanya mengejar jabatan di eksekutif melalui pemilihan kepala daerah (pilkada) tetapi atau ingin meraih kursi di lembaga legislatif melalui pemilu seperti menjelang Pemilu 2019 ini.

Guru besar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsuddin Haris mengaku prihatin atas fenomena politisi kutu loncat tersebut.

Baca: Fantastis Hanya Bayar PBB Saja Rp 32 Juta di Jagakarsa, Warga Sebut Era Anies Lebih Kejam dari Ahok

Baca: Spanduk Bergambar Dirinya dan Putra SBY Beredar, Sandiaga Uno: AHY Memang Pemimpin Milenial

Menurut Syamsuddin Haris, fenomena politisi pindah parpol akan berdampak buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

Para politisi kutu loncat ini biasanya sekadar mengejar kepentingan mereka sendiri.

"Rakyat akhirnya hanyalah nonfaktor dlm proses politik. Suara rakyat dicari saat pemilu & pilkada tapi setelah itu dicampakkan," tulis Syamsuddin Haris di akun twitternya.

Baca: Abdul Somad Minta Penyebar Kabar Dia Dukung Jokowi 2 Periode Kasih Bukti Video

Baca: Mahfud MD Marah dan Kutip Hadis Ditanya Tokoh Ormas Ini Alasan Hadir Bersama Aktor Papa Minta Saham

Fenomena ini sekaligus menunjukkan ironi demokrasi di Indonesia yang baru sebatas demokrasi prosedural.

Simak status Syamsuddin Haris berikut ini.

Halaman
1234
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved