Penyalahgunaan Narkotika

Tahanan Lapas Cipinang Kendalikan 2.915 Butir Ekstasi dari Perancis

“Dari keterangan RS, ia diperintahkan untuk mengambil paket tersebut oleh AS yang merupakan napi LP Cipinang."

Tahanan Lapas Cipinang  Kendalikan 2.915 Butir Ekstasi dari Perancis
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya (kedua dari kiri) memusnahkan 2.915 butir ekstasi di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018). Barang bukti ini merupakan pengungkapan kasus peredaran narkotika yang dilakukan Subdit II Narkotika Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU---Peredaran 2.915 butir ekstasi dari Perancis yang bakal diedarkan di Jakarta digagalkan petugas Subdit II Narkotika Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya. 

Ribuan butir obat terlarang itu diduga dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Cipinang, Jakarta Timur yaitu AS. 

 Menurut  Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, bertugas sebagai kurir narkoba yakni RS (17) yang merupakan rekan AS.

"Lalu Paul warga Nigeria yang mengirim barang tersebut, masih kami cari,” kata Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

 Pengungkapan kasus tersebut bermula saat anggota Ditresnarkoba PMJ mendapatkan informasi bahwa akan ada peredaran ribuan ekstasi.

Baca: Oknum Kemenhub Diamankan karena Positif Narkotika di Glodok

Sebelumnya,  Kasubdit II Narkotika Ditresnarkoba PMJ, AKBP Donny Alexander menjelaskan bahwa petugas mendapat informasi akan ada peredaran ekstasi pada Jumat (13/7/2018) sekira pukul 13.00.

Lalu, menurut Donny, petugas mengikuti tersangka RS yang mengendarai sepeda motor hingga pukul 17.20. Setelah berada di depan Rumah Makan Gudeg Pejompongan, di Jalan Bendungan Hilir Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, RS ditangkap.

Saat itu, RS tertangkap tangan membawa bungkusan paket berisi 2.915 butir pil ekstasi.

 “Dari keterangan RS, ia diperintahkan untuk mengambil paket tersebut oleh AS yang merupakan napi LP Cipinang. Untuk disimpan di rumah sambil menunggu perintah lebih lanjut,” ucapnya.

Setelah mendapat informasi tentang AS, petugas berkoordinasi dengan Lapas Cipinang untuk memeriksa AS di Lapas Cipinang.

Dalam pengakuannya, AS mendapatkan pekerjaan dari Paul, warga negara Nigeria, untuk mengambil paket ekstasi tersebut. Narkotika tersebut berasal dari Perancis.

Baca: Empat Pengedar Narkotika di Bekasi Ditangkap

 “2.915 butir pil ekstasi itu dibagi menjadi beberapa paket yaitu satu bungkus plastik berisi 1.001 pil ekstasi, lalu satu bungkus berisi 1.002 butir, 472 butir, dan 440 butir,” katanya.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman terhadap kedua tersangka berupa pidana maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved