Setelah Lebih dari 20 Tahun, Wilayah Kali Sunter Bersih dari TPST

Lokasi Pengolahan Sampah Kebon Kosong telah dioperasikan guna menghapus Tempat Pembuangan Sampah Sementara di sepanjang Kali Sunter.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Lokasi Pengolahan Sampah (LPS) Kebon Kosong telah dioperasikan. Hal itu dilakukan guna menghapus Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) di sepanjang aliran Kali Sunter. 

LOKASI Pengolahan Sampah (LPS) Kebon Kosong telah dioperasikan. Hal itu dilakukan guna menghapus Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) di sepanjang aliran Kali Sunter.

Kali Sunter diketahui melewati sepanjang Jalan Tanah Tinggi Timur, Utan Panjang Timur hingga ke Bendungan Jago.

Sebelumnya, masyarakat di 3 kelurahan kerap menjadikan area pinggir kali tersebut sebagai lokasi TPST.

"Ada 3 kelurahan yang dilewati kali tersebut, yakni Serdang, Utan Panjang dan Harapan Mulya. Selama ini TPST-nya di sepanjang jalan itu," ungkap Kasudin LH Jakarta Pusat, Marsigit saat dikonfirmasi, Jumat (20/7/2018).

Kini, sampah-sampah beserta limbah rumah tangga masyarakat akan diletakkan sementara waktu di sekitar kelurahan-kelurahan tersebut.

Pengangkutannya dari rumah masyarakat menuju TPST baru dilakukan pagi hari.

"Kemudian, nanti malam harinya, petugas kami akan mengangkut sampah di TPST itu ke lokasi LPS menggunakan truk sampah," ujar Marsigit.

Lebih dari 20 tahun

Camat Kemayoran Heri Purnama menilai positif dioperasikannya LPS Kebon Kosong.

Ia menyatakan, sudah berpuluh-puluh tahun masyarakat di area tersebut membuang sampah di pinggir kali sehingga menyebabkan lokasi itu terlihat kumuh.

"Bagus sekali ini, sudah lebih dari 20 tahun enggak punya tempat pembuangan sampah yang layak. Adanya LPS bisa lebih membuat masyarakat sehat," ungkap Heri.

Sedangkan seorang masyarakat bernama Pendi (43) mengatakan pembenahan pengolahan sampah di wilayahnya dinilai sangat baik.

Lantaran selama ini ia mengaku malu apabila dikunjungi sanak kerabat lantaran lokasi di sepanjang kali sunter terlihat kumuh.

"Alhamdulillah ditata ya. Orang-orang ngiranya daerah sini kumuh karena di jalanan depan kondisinya selalu kotor. Sekarang bersih," kata Pendi. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved