Breaking News:

Satpol PP Gerebek Empat Toko dan Gudang Miras di Depok, 871 Botol Miras Disita

Satpol PP Kota Depok kembali melakukan operasi senyap pemberantasan minuman keras di Kota Depok, Jumat (20/7/2018) sore.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satpol PP) Kota Depok kembali melakukan operasi senyap pemberantasan minuman keras (miras) di Kota Depok, Jumat (20/7/2018) sore. Hasilnya sebanyak 871 botol miras ilegal berbagai merek, berhasil disita petugas dari empat toko penjual miras sekaligus gudang penyimpanan miras di Depok. 

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali melakukan operasi senyap pemberantasan minuman keras (miras) di Kota Depok, Jumat (20/7/2018) sore.

Hasilnya sebanyak 871 botol miras ilegal berbagai merek, berhasil disita petugas dari empat toko penjual miras sekaligus gudang penyimpanan miras di Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menjelaskan ada empat toko sekaligus gudang miras yang disasar pihaknya dalam operasi senyap kali ini.

"Yakni toko di Jalan Raya Pitara, di perempatan lampu merah di RT 1, RW 1, Kelurahan Pancoran Mas, kami sita, sebanyak 406 botol miras," katanya, kepada Warta Kota, Jumat sore.

Kemudian kata dia dari toko di Jalan Dukuh IV, Nomor 199, RT 1/14, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas berhasil disita sebanyak 209 botol miras.

"Lalu daru Jalan Studio Alam TVRI, Nomor 34, RT 6/3, Kelurahan Kalibaru, Cilodong, kami sita sebanyak 171 botol miras. Dan dari toko di Jalan Putri 2, RT 3/8, Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, kami sita 85 botol miras," ujarnya.

"Totalnya ada 871 botol miras yang kami sita dalam operasi senyap pemberantasan miras kali ini," tambah Yayan.

Menurut Yayan para pemilik atau pengelola toko dan gudang miras di data pihaknya dan nantinya akan diajukan ke pengadilan karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring).

Sebab mereka dianggap telah melakukan pelanggaran Perda Depok Nomor 6 Tahun 2008, tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Dalam perda itu disebutkan bahwa sanksi penjual dan pengedar miras ilegal adalah denda maksimal Rp 50 Juta dan atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan.

"Ini kami lakukan agar ada efek jera kepada mereka," kata Yayan.

Ke depan kata Yayan pihaknya akan semakin aktif melakukan operasi senyap untuk memberantas peredaran miras di Kota Depok. Operasi kata dia akan dilakukan sewaktu-waktu dan sifatnya mendadak. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved