Haji 2018

Imigrasi Saudi Arabia Datangi Indonesia, Calon Jamaah Haji Tinggal Melenggang di Tanah Suci

Proses verifikasi keimigrasian Saudi Arabia kini dapat diselesaikan para calon jemaah haji di Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Juanda.

Imigrasi Saudi Arabia Datangi Indonesia, Calon Jamaah Haji Tinggal Melenggang di Tanah Suci
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sejumlah calon jamaah haji Tangerang saat mendengarkan penjelasan PLT Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tangerang H. Lukmanul Hakim ketika melepas calon jamaah haji kloter 5 gelombang pertama Kabupaten Tangerang sebanyak 393 jamaah dan petugas pendamping haji. 

PROSES verifikasi keimigrasian Saudi Arabia kini dapat diselesaikan para calon jemaah haji di Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bandara Internasional Juanda.

Sehingga sesampainya di tanah suci Mekkah, calon jemaah haji dapat langsung menuju hotel untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan diri beribadah.

Hal tersebut dipertanyakan Sutradara Film, Fajar Nugros. Karena menurutnya layanan keimigrasian Saudi Arabia itu belum disosialisasikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia hingga pelaksanaan haji 2019 digelar pada Senin (16/7/2018) lalu.

"Sehat selalu Pak Menag. Saya dengar juga jemaah haji bisa lewati pemeriksaan imigrasi Saudi di Soekarno Hatta. Ini bagus bgt, jadi sampai Jeddah bisa lenggang kangkung setelah lelah dlm penerbangan.. semoga haji tahun ini lancar, amin," tulis Fajar Nugros lewat akun @fajarnugros.

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Saifuddin lewat akun twitternya @lukmansaifuddin membenarkan layanan tersebut.

Terhitung sejak tahun 2018, pemeriksaan berkas keimigrasian calon jemaah haji asal Indonesia yang dilakukan oleh pihak Saudi Arabia dilakukan sebelum keberangkatan.

"Benar Mas.. Tahun ini kita uji coba seluruh pemeriksaan imigrasi dilakukan di Tanah Air untuk seluruh jemaah haji yg berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dan Juanda. Ketika mendarat di Madinah dan Jeddah, jemaah haji langsung menuju hotel masing2 tanpa pemeriksaan imigrasi lagi," jelasnya.

"Sementara utk jemaah haji yg berangkat selain dari Bandara Soekarno Hatta dan Juanda, mereka hanya akan lakukan finger-print 1 jari dan stempel paspor sbg verifikasi saat di Bandara Madinah atau Jeddah, karena proses imigrasi lainnya sudah dilakukan di asrama haji. Jadi lebih praktis," tambahnya.

Inovasi tersebut diapresiasi masyarakat. Salah satunya Debra Murniati lewat akun @debramurniati yang mengungkit pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2011. Ketika itu, layanan keimigrasian menghambat calon jemaah haji asal Indonesia hingga dua jam lamanya, akibatnya kelelahan dan sakit.

"Bagus sekali pak menag.. teringat 2011 saat haji mendarat di madinah, butuh waktu sd 2 jam utk keluar dari imigrasi dan 2 jam lagi untuk sampai hotel. Lebih kasihan yg menempuh darat dari jeddah ke madinah. Dengan terobosan ini, fisik jamaah bisa lbh terjaga," tulis Debra.

"Alhamdulillah.. Jadi tidak perlu menunggu berlama2 lagi di bandara Jeddah. Semoga penyelenggaraan haji ke depannya lebih baik lagi. Hebat Pak," ungkap Bambang Arbiantoro salut.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved