Ada 14 Ribu Pendatang Baru Masuk ke Jakarta Timur

Wilayah Jakarta Timur menjadi nomor ketiga yang menyumbang pendatang baru usai lebaran beberapa waktu lalu.

Ada 14 Ribu Pendatang Baru Masuk ke Jakarta Timur
cpps.or.id
Pendatang baru di terminal. 

SUDIN Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur mencatat sebanyak 14,573 orang memasuki wilayah Jakarta Timur pasca lebaran 2018.

Jumlah tersebut menempatkan wilayah Jakarta Timur menjadi nomor ketiga yang menyumbang pendatang baru usai lebaran beberapa waktu lalu.

Namun, Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Kasudin Dukcapil Jakarta Timur, Sukma Wijaya mengatakan bahwa Jakarta Timur menjadi nomor ketiga yang menyumbang pendatang baru dengan presentase 20,97 persen, Jakarta Selatan 23,63 persen, dan Jakarta Utara 25,63 persen.

"Kalo untuk tahun ini arus pendatang itu lebih rendah, kami sendiri menghitung jumlah pendatang baru itu bukan kita yang hitung, tapi kita mengambil angka dari Kementerian Perhubungan dari data yang mereka lakukan seperti arus mudik kemarin, dari jumlah arus mudik dan balik selisihnya berapa itu baru yang namanya pendatang," kata Sukma, Jumat (20/7/2018).

Menurut Sukma, penuturan jumlah pendatang baru yang dirasakan lantaran pembangunan di daerah sudah dapat dirasakan oleh Masyarakat, tidak hanya pembangunannya kemunculan pariwisata-pariwisata baru di daerah juga salah satu faktor penurunan pendatang baru.

"Sekarangkan pembangunan di daerah sudah merata, dan itu yang bener, jadi mereka ngak perlu lagi datang ke Jakarta karena di daerahnya saja sudah mulai berkembang," katanya.

Selain itu, dikatakan Sukma bahwa kebanyakan mereka yang datang ke Jakarta Timur meliputi pekerja-pekerja baru di sekitar wilayah Jakarta Timur, contohnya para pekerja pabrik, ataupun buruh-buruh pasar seperti di Pasar Induk.

Menginggat jumlah pendatang baru yang terus mengalami perubahan setiap tahunnya, dirinya hanya dapat memberikan himbauan kepada masyarakat agar jika datang ke Jakarta harus memiliki keterampilan dan skill.

"Kami kan hanya bisa menghimbau kalo mau tinggal di Jakarta beberapa syarat harus dilengkapi, kalo bisa punya skill, jelas tempat tinggalkan. Kalo disini gak punya keluarga , ngak punya skill ya yang ada jadi pengangguran," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved