Terungkap Alasan Kenapa Elvy Sukaesih Tak Pernah Temani Dhawiya di Persidangan

Dhawiya Zaida kemarin, Selasa (17/7/2018), kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Terungkap Alasan Kenapa Elvy Sukaesih Tak Pernah Temani Dhawiya di Persidangan
Elvy Sukaesih - Dhawiya 

DHAWIYA Zaida kemarin, Selasa (17/7/2018), kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dalam persidangan kali ini, Dhawiya Zaida terlihat didampingi kakak kandungnya, Fitria Sukaesih, dan sahabat dekatnya Sita yang juga memberikan dukungan moril dalam ruang persidangan.

Meski sidang sudah berjalan selama lima kali terhitung mulai tanggal 21 Juni 2018, nyatanya sang bunda, Elvy Sukaesih, tak pernah sekalipun terlihat menemani.

"Hari ini Umi di rumah karena harus istirahat, kayaknya sih hari ini pukul 16.00 WIB sore Umi harus ada acara lagi," ungkap Fitria, saat ditemui Grid.ID di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (17/7/2018).

Menurut Fitria, selama ini sang ibunda tak pernah hadir karena tak kuat menahan kesedihan melihat sang putri di kursi pesakitan.

Baca: Ganti Pengacara, Keluarga Minta Dhawiya Zaida Direhabiliasi

Baca: Tim Jaguar Bekuk 7 Pria Yang Diduga Pesta Miras dan Narkoba di Depok

Baca: Kisah Tragis Cinta Segitiga, Suami Bunuh Istri yang Pergoki Hubungan Intim dengan Menantu Sendiri

Jangankan Elvy, Fitria saja beberapa kali terlihat meneteskan air mata saat persidangan tengah berlangsung.

"Lihat saja, saya saja gini (menangis), untuk hadir di situ pasti bukan yang hal gampang, bukan yang mudah, yang enak untuk kita," tutur Fitria.

Walau tak pernah datang untuk menemani Dhawiya di persidangan, Elvy Sukaesih tetap selalu ada untuk putri bungsunya dan tak pernah putus komunikasi.

Bahkan Elvy Sukaesih sempat beberapa kali datang ke Rutan Pondok Bambu tempat Dhawiya Zaida ditahan saat ini.

"Umi selalu keep contact, Umi juga hadir ke rutan, cuma kalau ke sini memang (belum)," lanjutnya.

Lebih lanjut, dalam persidangan kemarin, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangkan empat orang saksi untuk memberikan keterangannya.

Saksi tersebut yakni dua orang dari pihak kepolisian, ketua RT setempat dan saksi ahli dari dokter BNN Provinsi DKI Jakarta. (*)

Penulis: Siti Sarah Nurhayati 

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved