Breaking News:

Asian Games 2018

Bendera Peserta Asian Games 2018 Dipasang Pakai Bambu dan Paralon, Sandiaga Uno: Katanya Mau Demam

Sandi mengapresiasi pemasangan bendera ini. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat sudah sangat tinggi.

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Wakil Gubernur Sandiaga Uno di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (17/7/2018). 

WAKIL Gubernur Sandiaga Uno menjelaskan, viralnya bendera negara-negara peserta Asian Games 2018 yang dipasang menggunakan bambu dan paralon, merupakan partisipasi masyarakat menyambut perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini.

"Iya ini kan partisipasi masyarakat, bukan dari Pemprov. Kan kita mau partisipatif-kolaboratif," ujar Sandi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (17/7/2018).

Unit reaksi cepat, katanya, juga mengatakan demam Asian Games 2018 sudah terasa di masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya anak-anak menggunakan motor berkeliling membawa bendera dari berbagai negara yang ikut serta dalam penyelenggaraan Asian Games 2018.

Baca: Sandiaga Uno: Suhu Demam Asian Games 2018 39-40 Derajat, Kalau Lebih Tinggi Lagi Sakit

"Unit reaksi cepat menyatakan bahwa anak-anak muda konvoi pakai motor bawa bendera. Setelah selesai, di pasang di situ. Untuk meriahkan saja. Katanya mau demam. Itu kan partisipatif-kolaboratif. APBD nol," tuturnya.

Bahkan, Sandi mengapresiasi pemasangan bendera ini. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat sudah sangat tinggi.

"Tapi mereka tuh pengin bahagia gitu loh. Bahwa ini adalah demamnya. Makanya saya bilang sudah 39 derajat, semuanya sudah pasang-pasang bendera sendiri," ucap Sandi.

Baca: Bendera Negara Peserta Asian Games 2018 Bertiang Bambu di Pluit Kembali Dipasang

Jika nanti terlihat kurang bagus, Sandi menyiapkan petugas untuk merapikan dan mengarahkan bendera tersebut.

"Kalau yang dilakukan oleh lapisan masyarakat, nantinya akan dirapikan tentunya dan yang masyarakat buat, ya kita tinggal mengarahkan mereka," tuturnya. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved