Senin, 27 April 2026

Koran Warta Kota

Sang Ibu Nangis Kakinya Dibasuh Anaknya

Hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7), sejumlah sekolah di Jakarta dipadati dengan kehadiran orangtua murid.

Warta Kota

HARI pertama masuk sekolah, Senin (16/7/2018), sejumlah sekolah di Jakarta dipadati dengan kehadiran orangtua murid.

Mereka mengantarkan anak-anak memulai tahun ajaran baru dan masuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Di SMP 209 Jakarta ada pemandangan yang menarik. Pada MPLS kali ini, pihak sekolah menggelar acara sungkeman dan basuh kaki kedua orangtua kandung oleh para murid.

Maksud tujuan sungkeman kepada ibu kandung orangtua murid itu adalah sebagai simbol pelepasan anak didik untuk diserahkan kepada pihak sekolah, guna menjalani pendidikan selama tiga tahun ke depan.

Berbaris rapi, beberapa orangtua duduk di kursi. Kaki mereka dimasukkan ke dalam baskom plastik berisi air.

Anak-anak mereka duduk bersila di depannya.

Kemudian, perlahan, masing-masing anak itu membasuh kaki ibu mereka masing-masing.

Beberapa ibu tampak terharu melihat anaknya membasuh kedua kakinya dengan air.

Beberapa anak juga memijat kaki ibu mereka di sela membasuh.

Hal itu membuat beberapa orangtua meneteskan air mata.

Usai membasuh kaki orangtua, anak-anak meminta doa restu kepada orangtuanya, mohon doa supaya dapat menjalani pendidikan sesuai dengan apa yang diharapkan orangtua.

Pelukan hangat para ibu sebagai tanda pelepasan sontak membuat suasana semakin haru.

Bagi beberapa ibu, kegiatan seperti ini baru pertama kali mereka rasakan sehingga banyak di antara mereka tersentuh hatinya.

"Tersentuh ya, karena ini baru pertama kali saya rasakan, di mana anak saya membasuh kedua kaki saya. Saya di situ cuma bisa mendoakan agar anak saya bisa menjadi anak yang berbakti dan berprestasi," kata Yuni (46), salah satu orang tua murid, Senin (16/7/2018).

Senada dengan Yuni, Lina (45) berharap kepada anaknya yang baru saja masuk ke SMP dapat menjadi kebanggaan orangtua, sehingga dapat membawa nama baik sekolah dan nama baik kedua orangtua.

"Senang pastinya, mudah-mudahan ke depan bisa berkembang dan pemikirannya lebih maju sehingga dapat membanggakan orangtua," katanya.

Rasa kebatinan

Salah satu siswa, Yunizar Aprilani (12), mengatakan dirinya sangat senang bisa membasuh kedua kaki orangtuanya pada saat pertama kali masuk sekolah.

"Seneng aja bisa basuh kaki orangtua, sedih sedikit," ucapnya.

Kepala SMP 209 Jakarta, Muh Toyib Ali, mengatakan bahwa kegiatan sungkeman serta basuh kedua kaki ibu kandung itu adalah salah satu kegiatan dari MPLS yang biasa digelar setiap tahunnya.

Tujuannya agar rasa kebatinan dari anak ke orangtua, juga antara orangtua ke anak, bisa lebih dekat.

"Kita ingin mendekatkan rasa kebatinan orangtua kepada anak. Kegiatan tersebut juga ingin membuat anak lebih hormat kepada orangtua dan bapak-ibu guru yang berada di sekolah," katanya. Ditambahkan Toyib, MPLS di sekolahnya akan digelar selama tiga hari.

Penting

Di SDN 01 Menteng, banyak orangtua murid yang mengantarkan anaknya masuk sekolah, khususnya mereka yang anaknya baru duduk di bangku kelas 1.

Pantauan Warta Kota sekitar pukul 06.30 WIB, puluhan mobil milik orangtua murid diparkir di dekat pintu masuk sekolah yang terletak di Jalan Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, tersebut.

Winda (43) salah satu orangtua murid yang datang bersama suaminya, menilai penting bagi orangtua untuk mengetahui kondisi beserta lingkungan sekolah agar para orangtua bisa mempercayakan anaknya bersekolah di tempat tersebut.

"Kami kan perlu tahu seperti apa kondisi sekolahnya, seperti apa teman-teman dan gurunya. Jadi kami orangtua bisa lega kalau lingkungannya baik," ujarnya.

Sedangkan Rita (45) menyatakan, mengantarkan anak-anak ke sekolah pada saat tahun ajaran baru sangatlah penting.

Apalagi bagi anak-anak baru masuk SD.

"Sangat penting ya bagi saya, biar anaknya juga percaya diri bertemu teman-teman baru. Butuh pendampingan karena sangat baik untuk psikologis anak, " ucapnya.

Positif

Pantauan Warta Kota, kemarin, banyak orangtua murid yang berbaris di lorong depan kelas 1A dan 1B di sekolah yang pernah menjadi tempat belajar mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama itu.

Mereka memperhatikan anak-anaknya yang menjalani pengalaman baru berada di lingkungan sekolah.

Menanggapi hal itu, Kepala SDN 01 Menteng, Edi Kusyanto menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang positif, baik bagi anak maupun orangtua murid.

"Kami turut senang dan berbangga karena orang tua murid hampir semua mengantarkan anak-anaknya. Semua hal diamati mulai dari baris-berbaris hingga anak-anak masuk sekolah. Semoga ini menimbulkan kepercayaan bagi para orang tua murid untuk menitipkan anak-anaknya kepada kami," katanya.

Ia menyatakan, saat MPLS, orangtua murid diperbolehkan mendampingi anak-anaknya di lorong depan kelas.

Lalu satu pekan kemudian, orangtua murid hanya diperbolehkan mengantar hingga di depan gerbang sekolah.

Komunikasi ortu-guru

Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Jakarta Timur M Anwar meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kampung Melayu 01 Pagi Jakarta Timur.

"Jadi ini adalah hari pertama bagi sekolah sekolah negeri di DKI untuk memulai tahun ajaran baru," katanya di lokasi.

Anies menganjurkan agar orangtua sebagai pendidik utama mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah dan berinteraksi dengan guru.

"Dua pendidik ini harus bertemu, harus berinteraksi, sehingga semua potensi anak bisa dikembangkan dengan baik dan bila ada masalah bisa diselesaikan dengan cepat," katanya.

Anies berpesan bahwa komunikasi antara orangtua dan guru adalah kunci utama dalam menjalankan pendidikan.

Gizi sehat

Sementara itu Anies Baswedan berencana akan menyiapkan anggaran untuk program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).

"Mudah-mudahan kita bisa kembangkan di tahun depan. Kita siapkan anggarannya," ujar Anies di SDN Kampung Melayu 01 Jakarta Timur.

Pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2018-2019, program ini sudah berjalan di 48 sekolah Jakarta.

Melalui PMT-AS, Anies berharap anak-anak sekolah mendapat asupan gizi yang baik dan sehat, serta bisa menampung ilmu dengan optimal.

"Harapannya anak-anak di Jakarta asupan gizinya sehat, baik, secara kesehatan terbebas dari potensi penyakit dengan imunisasi. Mudah mudahan secara fisik kuat, sehat. Secara intelektual tumbuh berkembang, secara karakter bisa matang," ucapnya. Sehingga terlahir bibit-bibit unggul untuk menyongsong Jakarta yang lebih baik di masa depan. (jos/abs/m16)

Berita selengkapnya baca koran Warta Kota edisi Selasa, 17 Juli 2018

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved