Utang piutang

Ketua Investigasi Ormas Bantah Ada Anggotanya di dalam Mobil yang Ditarik Paksa Debt Collector

"Jadi anggota kami tidak ada di dalam mobil itu. Ibu itu nelpon anggota saya (GMBI), karena ketakutan."

Ketua Investigasi Ormas Bantah Ada Anggotanya di dalam Mobil yang Ditarik Paksa Debt Collector
Warta Kota/Muhammad Azzam
Suasana keributan saat debt collector mengambil paksa mobil yang diduga menunggak cicilan, Senin (16/7/2018). 

Dia mengatakan, debt colletor berjumlah enam orang dan melakukan tindak kekarasan kepada anggotanya.

"Terjadi pemukalan terhadap anggota saya, baju anggota saya robek-robek. Jadi memang kami datang dan bantu karena tindakan kekerasan debt collector itu terlebih ambil paksa kendaraan itu kan tidak boleh dalam aturan,"  katanya.

Baca: Pelajar SMP Mendapatkan Pelecehan dari Debt Collector di Kantor Perusahaan Pembiayaan

Menurut dia, masyarakat meminta bantuan GMBI dan menganggap tindakan penagih utang yang memaksa itu menyalahi aturan.

"Mau itu anggota GMBI atau bukan pasti kalau kami melihat kejadian itu kami turun tangan. Jelas penarikan kendaraan secara paksa itu melanggar, kan ada Undang-undangnya dan prosedurnya," ucapnya.

Dia juga  menyayangkan sikap debt collector yang melakukan tindakan semena-mena.

"Padahal saat itu pemilik mobil ada niat baik untuk segera membayarkannya, tapi memang kan nunggu waktu karena usaha dia lagi lesu," ucapnya.

Usai kejadian itu, mobil diamankan ke Polsek setempat. "Saat kejadian ada polisi melintas, jadi mobil dibawa diamankan ke Polsek, tidak jadi ditarik debt collector," ujarnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved