Gak Kapok-kapok, Gurauan Bom Bikin Pesawat Batik Air Terlambat Terbang

Pesawat Batik Air dari Kupang ke Jakarta terpaksa terlambat terbang karena gurauan tentang bom yang dilontarkan salah satu penumpang.

Gak Kapok-kapok, Gurauan Bom Bikin Pesawat Batik Air Terlambat Terbang
Istimewa
MASKAPAI Batik Air, Lion Air Group 

PESAWAT Batik Air bernomor penerbangan ID6541 terpaksa menunda penerbangannya dari Bandar Udara Internasional Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pada Selasa (17/7/2018).

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, pesawat itu lepas landas dari Kupang pukul 09.44 WITA atau tertunda dari jadwal seharusnya pukul 08.01 WITA.

Penundaan penerbangan itu terjadi karena penanganan kasus penumpang yang bergurau soal bom.

Seorang  penumpang laki-laki berinisial ES (62) yang duduk di kursi 6A menyebutkan kata 'bom' pada barang bawaannya ketika berada di dalam kabin saat pesawat masih di darat,

"Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, kru pesawat yang bertugas menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures). Untuk lebih memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, seluruh penumpang, barang bawaan dan bagasi dilakukan pengecekan ulang (screening)," tutur Danang dalam keterangannya kepada Warta Kota di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (17/7/2018).

Dalam penerbangan ini, Batik Air mengoperasikan armada jenis Boeing 737-800NG (B738) registrasi PK-LBQ yang membawa tujuh kru serta 148 penumpang. Pesawat sudah mendarat di Soekarno-Hatta Tangerang pada 11.15 WIB.

Danang menerangkan berdasarkan dari hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di pesawat, yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan.

Sesuai prosedur, ES berikut bagasi dan barang bawaannya diturunkan dari pesawat. Selanjutnya ia diserahkan kepada petugas keamanan bandara dan polisi untuk diproses secara hukum.

"Kami meminimalisir dampak yang timbul dari keterlambatan penerbangan ID6541, agar operasional Batik Air lainnya tidak terganggu," kata Danang.

Danang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

"Hal ini mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan. Yakni semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved