Tidak Dianggap Cagar Budaya, Begini Kondisi Bangunan Tua yang Ambruk

Bangunan tua yang roboh di dekat Galangan Kapal VOC, kawasan Kota Tua ternyata bukan cagar budaya.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Bangunan tua yang roboh dekat Galangan Kapal VOC di kawasan Kota Tua Jakarta. 

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan bangunan yang roboh di antara Galangan Kapal VOC dengan Restoran Raja Kuring, Penjaringan, Jakarta Utara bukan bagian dari cagar budaya. Lalu bagaimana kondisinya sekarang?

Reruntuhan atap bangunan masih dibiarkan begitu saja pada Senin (16/7) tanpa ada perubahan berarti dibanding ketika roboh pada Jumat (1/6) silam. Bagian yang rawan ambruk ditutupi dengan terpal sepanjang kurang lebih 100 meter.

Sementara di sisinya dipasangi beberapa steger untuk menahan terpal warna biru tersebut. Tiga spanduk berukuran kecil juga dipasang di antara steger untuk memberi peringatan warga yang melintas untuk berhati-hati.

“Hati-hati!!! Bangunan ini sedang dalam tahap perbaikan konstruksi agar selalu waspada dan usahakan tidak berada dalam jarak terlalu dekat,” tulis spanduk yang berasal dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Utara.

Gedung tua di kawasan Kota Tua, Jakarta.
Gedung tua di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Adapun atap yang ambruk dengan panjang sekitar kurang dari 50 meter dibiarkan berantakan. Kondisi semacam ini sudah berlangsung tidak lama setelah kejadian yang sempat menghebohkan warga sekitar.

“Dulu ada tukang, tapi sekarang udah nggak. Itu juga adanya (tukang) pas kejadian, nggak lama setelah itu ya kayak begini. Kira-kira sebelum Lebaran lah,” ujar Nahrowi, petugas keamanan setempat.

Menurutnya pemasangan terpal dan perangkat lainnya untuk mengantisipasi timbulnya ambruk susulan. Sehingga diberikan peringatan supaya warga maupun kendaraan tidak mendekati sekitar lokasi tersebut.

“Ini makanya sekarang nggak boleh parkir lagi di sana (samping steger). Kita nggak ingin ambil resiko. Kalau dulu kan bisa parkir kiri kanan, sekarang udah nggak boleh lagi,” sambungnya.

Nahrowi mengatakan, ambruknya bangunan itu akibat angin kencang yang melanda lokasi beberapa waktu serta ditambah kondisinya yang sudah tua.

Hanya saja tidak diketahui siapa pemilik bangunan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved