Breaking News:

Sembilan Pemasang Spanduk Liar di Depok yang Terkena OTT, Belum Diajukan ke Pengadilan

Satpol PP Depok menerapkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap para pemasang spanduk liar sejak 2018 ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satpol PP OTT pemasang spanduk liar di Depok, Jumat (13/7/2018) dinihari di Jalan Alternatif Cibubur dan Jalan Arif Rahman Hakim. 

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok menerapkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap para pemasang spanduk liar sejak 2018 ini.

Selama tiga bulan terakhir tercatat ada 9 orang pemasang spanduk liar yang di OTT petugas Satpol PP Depok, dari sejumlah titik atau ruas jalan utama di Depok.

Yang terbaru adalah Jumat (13/7/2018) dinihari lalu, dimana petugas menangkap tiga pemasang spanduk liar dari Jalan Transyogi Cibubur, Cimanggis, dan dari Jalan Arif Rahman Hakim, Pancoran Mas.

Rencana awal saat kebijakan ini diterapkan, para pemasang spanduk liar yang terkena OTT akan di ajukan ke pengadilan karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum atau Perda Tibum.

Di mana ancaman hukumannya adalah pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

Satpol PP OTT pemasang spanduk liar di Depok, Jumat (13/7/2018) dinihari di Jalan Alternatif Cibubur dan Jalan Arif Rahman Hakim.
Satpol PP OTT pemasang spanduk liar di Depok, Jumat (13/7/2018) dinihari di Jalan Alternatif Cibubur dan Jalan Arif Rahman Hakim. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Namun nyatanya sampai kini rencana mengajukan pemasang spanduk liar ke pengadilan belum dilakukan Satpol PP Depok.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum, Pengamanan dan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Kota Depok, Kusumo, kepada Warta Kota, Senin (16/7/2018).

Ia menuturkan ke 9 pemasang spanduk liar yang di OTT pihaknya selama ini, memang belum diajukan ke pengadilan seperti rencana awal.

"Jadi atas beberapa pertimbangan, pengajuan pemasang spanduk liar ke pengadilan belum kami lakukan. Namun kami menyita semua spanduk liar yang akan mereka pasang, mendata mereka dan memperingatkan secara keras," kata Kusumo.

Menurut Kusumo salah satu pertimbangan mengapa belum membawa mereka ke meja hijau karena seluruh pemasang spanduk liar yang terkena OTT, semuanya hanyalah orang suruhan dari pihak yang memesan spanduk dan meminta sekaligus dipasang.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved