Piala Dunia 2018

Bisa Mengeja Luzhniki Itu Sejarah

Menonton langsung laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, adalah peristiwa sejarah.

Editor: Achmad Subechi
Istimewa
Dahlan Dahi diantara para suporter yang menyaksikan laga final di Stadion Luzhniki, Kota Moskow, tepatnya di jalan Luzhniki No 24, Moskva. 

Ini belum termasuk jalur akses masuk sekitar 450 meter. Lakon final dimulai dengan acara closing ceremony nan impresif. Permainan lampu LED portabel, ratusan penari.

Kami dan puluhan ribu penonton juga disuguhi penampilan legenda asal Brasil, Ronaldinho. Dia menabuh drum untuk mengiringi lagu populer Rusia, Kalinka.

Aktor film action drama kawakan Amerika Serikat, Will Smith, juga tampil bersama Nicky Jam dan artis asal Kosovo, Era Istrefi.

Suporter timnas Prancis dan timnas Kroasia tidak bisa menyamai animo dan kegilaan para pendukung dari Amerika Selatan, terutama Brasil dan Argentina atau Amerika Latin yang atraktif, dan agresif. 

Fans Perancis dan Kroasia amat konservatif. Jadi, ini seperti spectacular show, pesta hebat yang tidak dinikmati bangsa Rusia.

Warga Rusia bukan penggemar sepak bola. Mereka senang pada ice skating dan olahraga beraroma salju lainnya.

Itulah mengapa pesta final ini pesta bangsa-bangsa penggila bola, dari Amerika Latin, Afrika, Eropa, Asia —eh, penonton dari Indonesia juga lumayan banyak, lo.

Pesta final Piala Dunia benar-benar pesta. Tidak nampak suasana seperti akan perang. Tidak ada yang memperlihatkan wajah ganas. Yang kita temukan adalah suasana party, riang gembira.

Pertandingan Perancis melawan Kroasia sungguh menarik dan menegangkan, drama yang hebat.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved