PPDB 2018

Siswa Baru di SMAN 13 Depok Diduga Dipungli Rp 3 Juta

Sejumlah orangtua siswa baru di SMAN 13 Depok dipungut biaya masuk sekolah sebesar Rp 3 juta persiswa, saat penyerahan berkas PPDB.

Siswa Baru di SMAN 13 Depok Diduga Dipungli Rp 3 Juta
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Selembar kertas berisi informasi biaya masuk siswa baru di SMAN 13 Depok, yang diduga pungli. Pungli ini dilakukan saat daftar ulang siswa baru, Sabtu. 

SEJUMLAH orangtua (ortu) siswa baru di SMAN 13 Depok dipungut biaya masuk sekolah sebesar Rp 3 Juta persiswa, saat penyerahan berkas siswa atau daftar ulang proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), Sabtu (14/7/2018).

Beberapa ortu siswa mengaku keberatan karena merasa biaya masuk yang diminta petugas PPDB di sekolah yang berlokasi di Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok itu, adalah pungutan liar atau pungli.

Sebab untuk sekolah negeri, semua biaya operasional sekolah dan pendidikan ditanggung pemerintah dan diketahui gratis.

Apalagi permintaan biaya itu disampaikan ke para ortu siswa dengan hanya menunjukkan selembar kertas bertulis tangan berisi rincian besaran biaya, tanpa ada selebaran resmi berkop surat dari sekolah.

Dalam selembar kertas itu ada 5 item besaran biaya yang dibebankan ke ortu siswa baru.

Yakni uang untuk seragam sekolah sebesar Rp 1.350.000, uang sumbangan Rp 1 Juta, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebesar Rp 200.000, psikotes sebesar Rp 200.000 serta uang sumbangan operasional pendidikan (SOP) bulan Juli sebesar 250.000.

Dugaan pungli penerimaan siswa baru di SMAN 13 Depok itu diungkapkan Emerson Yuntho, salah satu keluarga atau kerabat orangtua siswa baru di SMAN 13 Depok.

"Jadi menurut famili saya yang ortus siswa baru di SMAN 13 Depok, informasi biaya yang diduga pungli ini, disampaikan saat penyerahan siswa baru atau daftar ulang, Sabtu 14 Juli kemarin," kata Emerson yang merupakan peneliti di Indonesian Corruption Watch (ICW) kepada Warta Kota, Minggu (15/7/2018).

Ia menjelaskan saat daftar ulang siswa baru di SMAN 13 Depok, Sabtu itu, ortu siswa di panggil per nomor urut.

"Lalu data siswa yang diserahkan didata. Ada data murid, dan data orang tua serta 4 lembar pernyataan yang diberi materai Rp 6000. Setelah berkas di serahkan kita di beri penjelasan masalah dana yang harus di siapkan serta untuk apa saja. Untuk kelanjutannya, katanya nanti ada rapat sama Kepala Sekolah, seminggu setelahnya," papar Emerson.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved