Breaking News:

Piala Dunia 2018

Kroasia Siap Balas Dendam Kekalahan di Tahun 1998

Kerja keras membuahkan hasil yang sepadan. Kroasia menembus final kali pertama. Final 2018 penuh aroma 1998.

Ist
Timnas Kroasia 

FINAL Piala Dunia 2018 beraroma tahun 1998.

Kylian Mbappe yang semakin liar akan menguji jenderal Luka Modric.

Kroasia baru memerdekakan diri dari Yugoslavia tahun 1991.

Pecahan negeri Balkan ini membuat kejutan dalam debutnya dengan menembus semifinal Piala Dunia 1998.

Davor Suker dan Slaven Bilic dkk kalah dari Prancis yang akan dihadapi malam ini.

Ya, drama di panggung pamungkas di Stadion Luzhniki malam ini menampilkan Prancis dan Kroasia.

Laga final Piala Dunia 2018 ini akan disaksikan oleh satu miliar pemirsa seantero bumi.

Pada Piala Dunia 2014, Luka Modric dkk terhenti di fase grup. Dua kali kalah, Kroasia hanya sekali menang melawan Kamerun yang menjadi juru kunci grup.

Itu tidak terlepas dari kekalahan kontroversial karena diganjar penalti pada laga perdana melawan Brasil.

Di Rusia kali ini, skuad Zlatko Dalic bermain sempurna di fase grup.

Setelah itu, tiga kali harus melewati perpanjangan waktu termasuk di semifinal melawan Inggris.

Bahkan nyaris tersingkir dalam drama adu penalti melawan Rusia di 16 besar.

Kerja keras membuahkan hasil yang sepadan. Kroasia menembus final kali pertama. Final 2018 penuh aroma 1998.

Kroasia yang berpenduduk kurang dari separuh penghuni Jakarta ini ingin balas dendam atas kekalahan di semifinal 1998.

Apalagi pemain kunci Les Bleus saat itu masih nongol saat ini, bertiwikrama menjadi pelatih Paul Pogba dkk.

Ya, Didier Deschamps kini memimpin skuad Les Bleus setelah 20 tahun lalu mengalahkan Davor Suker dkk 2-1. Les Bleus lalu juara untuk kali pertama.

Bagi Kroasia, perputaran siklus 20 tahun kali ini melebihi harapan, dari posisi semifinal ke final, dengan lawan yang sama: Prancis.

Tapi kali ini Kroasia punya Modric yang menjadi jenderal lapangan tengah.

Modric digadang-gadang bisa meraih Ballon d'Or yang selama ini dikuasai Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kedua bintang itu angkat kopor jauh-jauh hari.

Ini Piala Dunia terakhir bagi Modric. Juga kesempatan terakhir untuk menebus kegusaran masyarakat Kroasia yang jengkel karena para pemainnya hengkang keluar negeri. Modric salah satu biangnya.

Pelatih Zlatko Dalic juga cerdik, meski belum genap setahun menangani timnas.

Ia ditunjuk jadi pelatih pada 7 Oktober 2017 setelah pelatih lama Ante Cacic dipecat.

Jabatannya diteruskan jika bisa meloloskan Kroasia dari babak kualifikasi. Dalic membayarnya hingga ke final dan selangkah lagi berpeluang menjuarai Piala Dunia.

Sejarah. Juara baru. Jadi negara ke-13 di dunia yang meraih juara atau ke-10 di Eropa.

Wakil negeri kecil di bagian Eropa timur yang mampu mematahkan dominasi bagian barat seperti Jerman.

Sepakbola menihilkan kesulitan ekonomi dan politik Kroasia yang dipimpin presiden cantik, Kolinda Grabar-Kitarovi.

Sepak bola Kroasia juga penuh korupsi. Modric sempat jadi tersangka.

"Sepak bola seperti kanker dalam tubuh Kroasia. Sebelum Piala Dunia 2018, masyarakat Kroasia terbelah. Kini masyarakat bisa bersatu kembali," kata analis politik dari Zagreb, Drazan Lalic.

Tapi Kroasia bisa bernasib sama dengan Inggris dengan kegalauan yang akut jika kalah.

Jika ambisinya dipotong oleh Prancis yang lebih berpengalaman. Selain lebih bugar.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Minggu (15/7/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved